Wajah Baru Stasiun Bogor: Siap Layani Jutaan Penumpang!

Author Image

Hadi Wibawa

3 Juli 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah ngebut merampungkan proyek peningkatan kapasitas layanan KRL di Stasiun Bogor. Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 ini diproyeksikan selesai total pada 15 Juli 2026, demi menyokong operasional KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12) pada lintas Bogor.

Proyek ambisius yang dimulai sejak 15 April 2026 ini kini telah memasuki tahap akhir (finishing) dan secara paralel dilakukan uji operasional. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya proyek ini. "Bogor Line telah menjadi salah satu urat nadi utama bagi mobilitas harian masyarakat. Dengan kesiapan SF12, kami berharap kapasitas layanan dalam setiap perjalanan dapat meningkat signifikan, sekaligus menata proses naik turun pelanggan di Stasiun Bogor menjadi lebih efisien," jelas Anne dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Wajah Baru Stasiun Bogor: Siap Layani Jutaan Penumpang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lingkup pekerjaan yang digarap mencakup aspek persiapan, struktur dan arsitektur, sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP), pekerjaan jalan rel, hingga instalasi listrik aliran atas (LAA). Tak hanya itu, KAI juga memasang overcapping atau kanopi modern di area peron. Pemasangan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan para pelanggan saat menunggu KRL, baik dari terik matahari maupun guyuran hujan.

Untuk menjamin keselamatan dan kualitas prasarana, serangkaian uji coba telah dilaksanakan. Uji beban menggunakan lokomotif sukses dilakukan pada 29 Juni 2026, diikuti dengan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. KAI, bekerja sama erat dengan KAI Commuter, terus berkoordinasi intensif selama proses pekerjaan berlangsung guna memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap aman, tertib, dan lancar. Selain itu, kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI juga terus diperkuat untuk mengintegrasikan konektivitas Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang, mempermudah perpindahan layanan bagi masyarakat.

Data yang dihimpun Redaksibengkulu.co.id dari KAI menunjukkan betapa vitalnya peran Stasiun Bogor. Sepanjang semester I 2026, stasiun ini mencatatkan pergerakan pelanggan KRL tertinggi dibandingkan seluruh stasiun yang melayani KRL Commuter Line Jabodetabek.

Dalam periode Januari hingga Juni 2026, Stasiun Bogor membukukan angka fantastis 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL. Angka ini terbagi atas 9.371.057 pelanggan yang masuk (gate in) dan 9.080.405 pelanggan yang keluar (gate out). Rata-rata harian pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor mencapai sekitar 101.942 orang.

Posisi puncak dalam daftar lima stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi pada semester I 2026 kokoh dipegang Stasiun Bogor. Diikuti oleh Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan, Stasiun Sudirman (13.078.339), Stasiun Citayam (11.465.614), dan Stasiun Bekasi (11.425.878).

Capaian impresif ini tak hanya menempatkan Stasiun Bogor sebagai simpul utama perjalanan harian pelanggan KRL, tetapi juga menegaskan peran krusial Bogor Line dalam menopang mobilitas masif di kawasan penyangga ibu kota.

Secara bulanan, volume pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor konsisten tinggi, dengan angka di atas 2,6 juta hingga 3,2 juta per bulan selama semester pertama 2026. Ini menggarisbawahi status Stasiun Bogor sebagai pusat mobilitas utama yang tak tergantikan.

Anne Purba menambahkan, Bogor Line merupakan salah satu koridor utama KRL Commuter Line yang melayani perjalanan masyarakat dari Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, hingga Jakarta. Selain Bogor yang menduduki posisi teratas, Stasiun Citayam juga masuk dalam jajaran lima besar, sementara Stasiun Depok Baru, Bojonggede, Cilebut, dan Depok turut mencatatkan pergerakan pelanggan yang sangat tinggi. Data ini semakin memperkuat urgensi dan kebutuhan mendesak akan peningkatan kapasitas layanan pada seluruh lintas Bogor Line.

Related Post