Harga Barang Anjlok? Airlangga Desak PMK Plastik 0%!

Author Image

Hadi Wibawa

14 Juli 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara tegas mendesak penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur bea masuk 0% untuk bahan baku plastik. Desakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah strategis pemerintah untuk meredam laju inflasi yang berpotensi meningkat.

Airlangga menjelaskan, fluktuasi harga plastik memiliki dampak signifikan terhadap angka inflasi. Hal ini mengingat penggunaan plastik yang masif sebagai kemasan berbagai produk, terutama makanan dan minuman. "Beberapa yang akibat daripada harga packaging yang naik. Nah itu yang tadi kita bahas dengan kita minta supaya PMK-nya segera dikeluarkan karena itu sangat berpengaruh terhadap kontribusi. Karena seluruh makanan kan ada plastik packaging-nya," ujarnya saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Harga Barang Anjlok? Airlangga Desak PMK Plastik 0%!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya fokus pada sektor plastik, Airlangga juga menyoroti urgensi insentif fiskal di sektor transportasi udara. Menurutnya, sektor ini turut menyumbang tekanan inflasi yang perlu diwaspadai. Ia menambahkan, berbagai kebijakan insentif, termasuk bea masuk 0% untuk LPG dan suku cadang (spare parts), akan segera diberlakukan setelah PMK terkait diterbitkan. "Jadi tentu kita berharap dengan demikian ke depan ini bisa kita kendalikan. Mengenai bea masuk LPG yang 0% dan juga bea masuk spare parts yang 0% karena kan salah satu yang juga berpengaruh terhadap inflasi adalah penerbangan, transportasi udara," jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga turut menyoroti kontribusi sektor pangan terhadap dinamika inflasi nasional. Jika pada periode sebelumnya kenaikan harga emas kerap menjadi pemicu inflasi, kini fokus bergeser pada komoditas pangan yang bersifat volatile food. "Yang inflasi tentu kita melihat beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Kalau di periode yang lalu kan kita lihat emas naik, tapi kita lihat sudah turun. Kemudian yang masih meningkat itu volatile food, sehingga volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik," pungkasnya. Ia menekankan pentingnya penanganan serius terhadap komoditas seperti bawang putih untuk menjaga stabilitas harga.

Related Post