Redaksibengkulu.co.id – Wacana pembentukan Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN) mencuat ke permukaan, menarik perhatian Kepala BGN saat ini, Sudaryono. Isu ini bergulir tak lama setelah pengunduran diri Nanik S Deyang dari posisi Kepala BGN. Menanggapi potensi pengawasan ekstra, Sudaryono menegaskan kesiapannya dan menyambut baik langkah tersebut.
Berbicara dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026), Sudaryono mengakui belum memperoleh detail informasi mengenai struktur atau mekanisme Dewan Pengawas yang dimaksud. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa prinsip utama BGN adalah bekerja secara transparan dan akuntabel. "Saya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait Dewan Pengawas. Namun, kami intinya selalu bekerja dengan benar. Kehadiran Dewan Pengawas tentu akan semakin memperkuat integritas kami," jelas Sudaryono dengan tenang.

Sudaryono bahkan melangkah lebih jauh, menyatakan bahwa jika pembentukan dewan pengawas hanya sebatas wacana, masyarakat luas pun memiliki peran penting sebagai pengawas. Ia menegaskan komitmennya untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin melaporkan potensi penyelewengan atau ketidakberesan di BGN. "Seluruh elemen masyarakat juga bisa berperan sebagai pengawas. Jika ada indikasi ketidakberesan, jangan ragu untuk melaporkannya. Kami sangat terbuka untuk menerima masukan dan laporan dari publik," tegasnya, menunjukkan transparansi.
Also Read
Sebagai konteks, Sudaryono baru saja mengambil alih kepemimpinan BGN setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Melalui unggahan di akun Facebook resminya pada Rabu (22/7/2026), Nanik S Deyang sempat menyinggung kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas. Ia bahkan menyebut dirinya diminta untuk memimpin dewan tersebut, namun dengan syarat tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan. "Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulis Nanik, mengindikasikan pengalaman masa lalu yang membuatnya enggan berurusan dengan aspek finansial.




