Prabowo Gebrak Meja! Bos BGN Baru Wajib Berantas!

Author Image

Hadi Wibawa

23 Juli 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, mengungkapkan instruksi tegas dari Presiden Prabowo Subianto. Setelah resmi memimpin lembaga strategis tersebut, Sudaryono diminta untuk segera menuntaskan segala persoalan yang membelit BGN dengan kerja yang efektif dan efisien. Arahan ini menekankan pentingnya menghadapi masalah secara langsung, bukan menghindarinya.

"Pak Presiden satu arahannya you have to run into the problem, kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Ia menambahkan, Prabowo menekankan agar perbaikan BGN dilakukan dengan "mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat." Target utamanya adalah penyelesaian masalah secara cepat, efektif, dan efisien demi perbaikan tata kelola BGN secara menyeluruh.

Prabowo Gebrak Meja! Bos BGN Baru Wajib Berantas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menindaklanjuti arahan tersebut, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola BGN yang lebih transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus dilandasi niat baik untuk melayani masyarakat, serta dijalankan sesuai aturan hukum dan akal sehat. Budaya kerja yang terbuka menjadi prioritas, dengan menolak praktik pertemuan tertutup atau "bisik-bisik" yang berpotensi menimbulkan kecurigaan. "Indonesia cerah, nggak perlu gelap-gelap," tegas mantan Wakil Menteri Pertanian ini, menyerukan transparansi penuh dalam setiap pengambilan keputusan.

Sudaryono tidak menampik bahwa BGN masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dugaan penyelewengan, pelanggaran hukum, dan kurangnya transparansi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ini harus diselesaikan, bukan dihindari. "Kita menyadari ada persoalan dan kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah," katanya. Terkait proses hukum, BGN akan sepenuhnya mendukung aparat penegak hukum, namun ia meminta jajarannya untuk tidak larut dalam pesimisme.

"Jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan ini, jadi harus optimis kita bisa selesaikan persoalan ini," ajak Sudaryono. Ia bertekad mengubah pola kerja yang tadinya bergantung pada individu menjadi berbasis sistem yang jelas, mengacu pada aturan, petunjuk teknis, dan prosedur. "Yang tadinya mungkin manual, tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system trust in system," jelasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono juga membuka pintu lebar bagi masyarakat dan media untuk turut mengawasi, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap setiap kritik dan laporan didasarkan pada fakta, bukan hoaks, fitnah, atau informasi yang sengaja dipelintir. "Saya siap mendengarkan satu informasi input dari mana pun, dari siapa pun termasuk dari awak media kalau ada misalnya dapur kok nggak bener misalnya, segera laporkan," tutup Sudaryono. Setiap laporan penyimpangan akan segera diinvestigasi untuk menegakkan kebenaran dan memastikan bahwa kesalahan segelintir pihak tidak mengaburkan citra keseluruhan lembaga.

Related Post