Mengejutkan! Prabowo: Kecerdasan Bukan dari Sekolah!

Author Image

Hadi Wibawa

7 Agustus 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah pandangan mengejutkan dilontarkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Keduanya secara kompak menegaskan bahwa kualitas dan kecerdasan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh prestise atau nama besar institusi pendidikan tempat mereka menimba ilmu. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peluncuran dan bedah buku ’10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia’ di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil Lahadalia secara lugas menyatakan bahwa lulusan dari perguruan tinggi ternama tidak secara otomatis lebih layak dijadikan inspirasi dibandingkan mereka yang berasal dari kampus biasa. "Tidak mutlak orang yang sekolahnya di kampus gede, lalu kemudian hanya mereka yang pantas untuk kita jadikan inspirasi. Karena bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang," ujar Bahlil. Menurutnya, yang lebih esensial adalah kemampuan, kerja keras, dan karakter individu. Ia menekankan bahwa kualitas sejati seseorang berasal dari dirinya sendiri, tercermin dari seberapa besar kesungguhan dalam berkarya yang memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara. Konteks ini juga menjadi latar belakang pembahasan karyanya selama menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM serta Menteri ESDM.

Mengejutkan! Prabowo: Kecerdasan Bukan dari Sekolah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Senada dengan Bahlil, Presiden Prabowo Subianto turut mengamini pandangan tersebut. Ia bahkan menegaskan bahwa kecerdasan tidak dapat diukur hanya dari institusi pendidikan. "Kecerdasan itu bukan dari sekolah, menurut saya, kecerdasan bukan dari sekolah, dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil," tutur Prabowo, menunjuk Bahlil sebagai contoh nyata.

Secara blak-blakan, Prabowo bahkan sempat menyinggung latar belakang pendidikan Bahlil. "Saya kira sekolahnya tidak terlalu terkenal, Pak Bahlil. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah tidak ada," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Bahlil diketahui menempuh jenjang S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Mumbai, Jayapura. "Itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana," tegas Prabowo, menggarisbawahi bahwa nama kampus bukanlah penentu kualitas.

Lebih lanjut, Prabowo berpendapat bahwa faktor utama yang membentuk kecerdasan seseorang justru berasal dari didikan orang tua, khususnya peran seorang ibu. Oleh karena itu, ia menilai ajaran agama yang menempatkan surga di telapak kaki ibu adalah sebuah kebenaran yang tak terbantahkan. "Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya, bahwa sorga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar," pungkas Prabowo.

Related Post