Redaksibengkulu.co.id – Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, telah memanggil jajaran Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk terkait proyek LRT City yang dilaporkan mandek. Pertemuan krusial ini berlangsung pada 11 Agustus 2026, menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat penghuni dan pemangku kepentingan.
Dalam agenda tersebut, Dony Oskaria secara tegas meminta penjelasan komprehensif mengenai progres proyek tersebut, sekaligus mendesak tindak lanjut atas berbagai persoalan dan keluhan yang disampaikan masyarakat. Adhi Karya juga didorong untuk secara aktif memperkuat komunikasi dengan para penghuni dan pemangku kepentingan terkait. Hal ini krusial demi mempercepat penyelesaian berbagai isu dan keluhan yang muncul di kawasan tersebut, mengingat LRT City merupakan bagian vital dari pengembangan hunian terintegrasi yang terkoneksi langsung dengan infrastruktur transportasi massal.

"Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti dengan serius. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat secara signifikan, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan tanpa penundaan," ujar Dony dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (12/8/2026).
Also Read
Lebih lanjut, BP BUMN dan Danantara memberikan penekanan khusus agar Adhi Karya memastikan pengelolaan kawasan LRT City berjalan secara bertanggung jawab dan profesional. Ditegaskan bahwa pembangunan tidak hanya sebatas penyelesaian fisik, melainkan harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi seluruh masyarakat yang tinggal di dalamnya.




