Laba BUMN Meledak! Danantara Bawa Perubahan Fantastis!

Author Image

Hadi Wibawa

11 Agustus 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Gelombang kinerja positif yang melanda sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang paruh pertama tahun ini menjadi sorotan utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program konsolidasi dan transformasi BUMN yang digagas Danantara sejak awal pembentukannya kini mulai membuahkan hasil nyata, ditandai dengan lonjakan laba bersih di hampir seluruh sektor strategis.

Toto Pranoto, Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, menggarisbawahi stabilitas kinerja BUMN papan atas. "Menurut saya, kinerja solid masih ditunjukkan oleh BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak pendapatan dan profit total BUMN," ungkap Toto dalam keterangan tertulisnya. Ia merujuk pada sektor perbankan Himbara, mineral dan hasil tambang, telekomunikasi, serta Pertamina. Toto menambahkan, potensi peningkatan kinerja BUMN di bawah Danantara masih sangat besar, terutama dengan percepatan proses streamlining atau penataan yang akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan negara.

Laba BUMN Meledak! Danantara Bawa Perubahan Fantastis!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu kisah sukses paling mencolok datang dari PT Timah. Berdasarkan laporan keuangan Semester I 2026, perusahaan tambang pelat merah ini membukukan laba bersih Rp 2,71 triliun, melonjak drastis 804,7 persen dari Rp 300 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi bukti nyata kebangkitan perusahaan yang sempat diragukan, berkat arahan transformasi Danantara.

Tak kalah impresif, PT Pupuk Indonesia mencatatkan laba bersih Rp 8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibandingkan Rp 2,41 triliun di Semester I 2025. Di sektor konstruksi, PT Semen Indonesia menunjukkan kenaikan laba 196,5 persen, dari Rp 65,24 miliar menjadi Rp 193,46 miliar, memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan sektor infrastruktur nasional. Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara mencatat pertumbuhan 150 persen dengan laba mencapai Rp 890 miliar, mengukuhkan keberhasilan konsolidasi sektor perkebunan strategis.

Sektor jasa keuangan dan logistik juga tak ketinggalan. PT Pegadaian membukukan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp 6,59 triliun, diikuti PT Pelindo yang tumbuh 60,4 persen menjadi Rp 2,57 triliun. PTPN IV PalmCo mencatatkan kenaikan 54 persen menjadi Rp 3,23 triliun, dan Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh 40,8 persen menjadi Rp 2,40 triliun. Bahkan raksasa perbankan, Bank Mandiri, menunjukkan pertumbuhan laba 24,3 persen menjadi Rp 30,41 triliun, membuktikan bahwa transformasi berdampak luas tidak hanya pada BUMN skala kecil-menengah, tetapi juga institusi keuangan raksasa yang sudah mapan. PT Pertamina Geothermal Energy juga menguat dengan pertumbuhan laba 15,5 persen menjadi 79,61 juta dolar AS, memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi bersih.

Yang lebih signifikan, beberapa BUMN yang sebelumnya terpuruk dalam kerugian berhasil membalikkan keadaan pada semester

Related Post