Jakarta Bangun Kota Bawah Tanah: Bundaran HI Pusatnya!

Author Image

Hadi Wibawa

26 Agustus 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Di tengah hiruk pikuk Bundaran HI, jantung Ibu Kota yang tak pernah tidur, sebuah proyek ambisius tengah digarap jauh di bawah permukaan. PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), anak usaha PT MRT Jakarta (Perseroda), sedang membangun "Extended Concourse" yang akan mengubah Stasiun MRT Bundaran HI menjadi sebuah kota kecil multifungsi di bawah tanah, bukan sekadar jalur transit biasa.

Selama ini, Bundaran HI dikenal sebagai simpul padat di Jakarta. Jutaan langkah kaki setiap hari berpacu, berpindah moda transportasi, dan menyusuri jalanan yang selalu ramai. Di atas tanah, ruang menjadi komoditas mahal, diwarnai teriknya matahari, guyuran hujan, atau waktu yang terbuang percuma bagi para komuter yang ingin berpindah dari satu titik ke titik lain.

Jakarta Bangun Kota Bawah Tanah: Bundaran HI Pusatnya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, gambaran itu akan segera berubah. Jakarta, yang biasanya tumbuh menjulang ke atas, kini mulai merambah ke bawah. Proyek Extended Concourse hadir sebagai jawaban, menawarkan ruang baru yang diharapkan dapat memangkas waktu dan tenaga, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para pengguna transportasi publik dan pejalan kaki.

Direktur Utama PT ITJ, Yulham Ferdiansyah Roestam, menjelaskan bahwa Extended Concourse dirancang untuk "mengubah ruang transit jadi ruang multifungsi untuk melayani orang-orang yang bergerak," seperti yang ditulis Redaksibengkulu.co.id pada Rabu lalu. Ruang seluas 4.439 meter persegi ini tidak hanya berfungsi sebagai koridor penghubung, melainkan akan menampung 24 area multifungsi. Berbeda dengan ekosistem MRT Fase 1 yang menekankan konsep "grab-and-go," Extended Concourse Bundaran HI justru didesain agar pengunjung betah berlama-lama, menjadikannya "one-stop shopping destination" tempat perjalanan tidak melulu soal berpindah dari satu titik ke titik lain.

Bayangkan, perjalanan dimulai dari Stasiun MRT Bundaran HI. Alih-alih langsung naik ke permukaan, langkah kaki bisa terus bergerak ke dalam concourse. Di sisi barat, akses baru akan membawa pejalan kaki langsung menuju Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt. Sementara itu, di sisi timur, "Muara Timur" akan menghubungkan Wisma Nusantara dan Hotel Pullman, dilengkapi fasilitas tangga, lift, dan eskalator.

Yulham menambahkan, akan ada juga koneksi langsung antara Stasiun MRT Bundaran HI dengan Halte TransJakarta. Lebih jauh lagi, dalam rencana besar, proyek ini akan terhubung dengan gedung-gedung prestisius lainnya seperti Hotel Mandarin Oriental, Grand Indonesia, dan Hotel Kempinski. Ini berarti Bundaran HI akan memiliki jaringan pejalan kaki bawah tanah yang menghubungkan keempat hotel mewah di kawasan tersebut, menciptakan sebuah ekosistem bawah tanah yang terintegrasi.

Konektivitas yang semakin luas ini akan membuat langkah kaki di Bundaran HI tak lagi berhenti di pintu keluar stasiun. Pengguna dapat bergerak mulus dari satu bangunan ke bangunan lain melalui jaringan bawah tanah, tanpa harus terpapar cuaca atau kemacetan di permukaan. Proyek ini krusial, tidak hanya untuk mempersingkat perjalanan, tetapi juga untuk menampung lonjakan pergerakan manusia. Apalagi, dengan perpanjangan rute MRT menuju Thamrin dan Monas, stasiun yang kini melayani sekitar 11.000 pengguna diproyeksikan akan menerima tambahan sekitar 6.000 penumpang. Artinya, ruang yang harus menampung pergerakan manusia di Bundaran HI pun ikut membesar.

Menciptakan ruang baru di bawah tanah yang padat seperti Bundaran HI bukanlah pekerjaan mudah. Untuk mewujudkan Extended Concourse seluas 4.439 meter persegi ini, PT ITJ menginvestasikan sekitar Rp 200 miliar, yang bersumber dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Ini adalah langkah strategis Jakarta dalam mengoptimalkan ruang dan meningkatkan kualitas mobilitas warganya, mengubah Bundaran HI menjadi lebih dari sekadar persimpangan, melainkan sebuah pusat aktivitas yang terintegrasi, baik di atas maupun di bawah tanah.

Related Post