Redaksibengkulu.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan rencana strategis pemerintah untuk melibatkan sektor swasta dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia. Sebanyak tujuh proyek PLTS berskala besar siap ditawarkan melalui proses tender kepada Independent Power Producer (IPP) atau perusahaan pembangkit listrik swasta.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa lalu. Menurut Bahlil, dorongan untuk melibatkan IPP merupakan arahan langsung dari Presiden. Proyek-proyek ini akan diserahkan kepada IPP jika mereka mampu mengajukan penawaran harga yang kompetitif dan menguntungkan negara.

Namun, jika penawaran dari IPP tidak memenuhi kriteria kompetitif atau bahkan tidak ada pihak swasta yang berminat, pemerintah tidak akan tinggal diam. Bahlil menegaskan bahwa Danantara, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, siap mengambil alih pengerjaan proyek-proyek tersebut. Pengambilalihan ini akan dilakukan dengan skema pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau, sesuai dengan petunjuk Presiden.
Also Read
Target ambisius 100 GWp PLTS ini direncanakan rampung dalam tiga tahun ke depan dengan pengerjaan masif. Sebagai langkah awal, pemerintah telah meluncurkan dan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 14 PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp. Proyek-proyek ini tersebar di beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Khusus untuk Bali, Bahlil menambahkan, akan dibangun PLTS berkapasitas 1.000 MW yang dilengkapi dengan sistem baterai.
Berikut adalah ketujuh proyek PLTS yang siap ditenderkan kepada pihak swasta:
- PLTS Purwakarta: Berlokasi di lahan Bank Tanah, memiliki kapasitas 69 Megawatt peak (MWp).
- PLTS Terapung Jatiluhur: Dengan kapasitas daya mencapai 1.688 MWp.
- PLTS Terapung Cirata: Memiliki daya sebesar 1.250 MWp.
- PLTS Terapung Jatigede: Berkapasitas 636 MWp.
- PLTS Madura: Dengan kapasitas 605 MWp.
- PLTS Gilimanuk: Memiliki daya 300 MWp.
- PLTS Buleleng: Berkapasitas 118 MWp.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat transisi energi menuju sumber daya terbarukan, sekaligus membuka peluang investasi besar bagi sektor swasta di bidang energi hijau.




