Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Angka fantastis 4,8 juta anak muda yang masih berstatus pengangguran menjadi sorotan utama pemerintah. Untuk mengatasi tantangan struktural ini, program pelatihan vokasi nasional digenjot habis-habisan sebagai strategi pamungkas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan urgensi langkah ini dalam acara Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026 pada Rabu (2/9/2026).
Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional menunjukkan tren penurunan menjadi 4,65%, namun persoalan mendasar tetap membayangi. Sekitar 67% dari total pengangguran, atau setara dengan 4,8 juta jiwa, berasal dari kelompok generasi muda. Kondisi ini menyoroti adanya kesenjangan signifikan antara kompetensi yang dimiliki angkatan kerja muda dengan kebutuhan riil di dunia industri yang terus berkembang.

Airlangga Hartarto menekankan bahwa penguatan pelatihan vokasi adalah kunci vital untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Ia menjelaskan, upaya ini tak lepas dari keharusan untuk memastikan pertumbuhan investasi yang masif dapat diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang mumpuni. Hingga Semester I-2026, realisasi investasi di Indonesia telah mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan (YoY), dan berhasil menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Also Read
Lebih lanjut, kebutuhan akan kompetensi baru juga muncul seiring dengan perkembangan sektor digital dan transisi menuju ekonomi hijau. Sebagai contoh, transisi energi membutuhkan tenaga kerja terampil seperti teknisi panel surya, teknisi turbin angin, hingga ahli di bidang smart farming. Kebutuhan ini diproyeksikan akan melonjak drastis mengingat rencana pemerintah untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga kapasitas 100 GW, jauh melampaui kapasitas listrik nasional saat ini yang sekitar 88 GW dan kapasitas produksi panel surya domestik yang baru mencapai 11 GW.
Untuk mengejar target ambisius tersebut, Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 menargetkan partisipasi sekitar 340.000 peserta. Angka ini terdiri dari 70.000 peserta yang dialokasikan dari APBN eksisting, serta tambahan 270.000 peserta melalui stimulus ekonomi pada semester II 2026. Data menunjukkan, hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan, dengan Batch IV yang sedang berjalan serentak melibatkan 12.128 peserta.
Menteri Airlangga menegaskan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak luas bagi masyarakat. "Bapak Presiden ingin agar ini skalanya besar termasuk untuk vokasi ini, maka tentu ke depan kita harus memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri," pungkas Airlangga, menggarisbawahi pentingnya sinergi multi-pihak dalam menyukseskan program vital ini.




