Author Image

Hadi Wibawa

2 September 2026, 14:25 WIB

KEJUTAN! HBA Batubara Kalori Tinggi Melonjak!

Redaksibengkulu.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan penetapan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode pertama bulan September 2026. Kabar gembira datang bagi produsen batubara kalori tinggi, karena harganya melonjak signifikan menjadi US$ 126,87 per ton. Angka ini naik dari US$ 124,06 per ton yang ditetapkan pada periode kedua Agustus 2026, menandai kenaikan yang patut diperhatikan di pasar komoditas.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kenaikan harga ini secara spesifik berlaku untuk batubara dengan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, yang kerap menjadi primadona di pasar energi global karena efisiensi pembakarannya. Ketetapan resmi mengenai HBA ini termaktub dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 312.K/MB.01/MEM.B/2026, yang secara jelas mengatur besaran harga acuan untuk berbagai kategori batubara yang diperdagangkan dari Indonesia.

Namun, tren berbeda terjadi pada jenis batubara dengan kalori lebih rendah. Untuk batubara dengan nilai 5.300 kcal/kg GAR, HBA periode pertama September 2026 justru mengalami koreksi turun menjadi US$ 95,05 per ton, dari sebelumnya US$ 96,92 per ton. Penurunan serupa juga dialami batubara 4.100 kcal/kg GAR (HBA II) yang kini dipatok US$ 65,05 per ton, dari US$ 65,81 per ton pada periode sebelumnya. Sementara itu, batubara 3.400 kcal/kg GAR (HBA III) juga terkoreksi menjadi US$ 44,15 per ton, dari US$ 45,35 per ton. Ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks, di mana permintaan dan penawaran untuk setiap jenis kalori batubara memiliki karakteristik tersendiri.

Selain HBA, Kementerian ESDM juga merilis Harga Mineral Acuan (HMA) untuk periode pertama September 2026. Sejumlah mineral penting yang harganya ditetapkan antara lain nikel sebesar US$ 16.733,33/dmt, kobal US$ 55.852,67/dmt, timbal US$ 1.853,87/dmt, seng US$ 3.849,17/dmt, dan tembaga US$ 14.358,53/dmt. Mineral ikutan seperti emas dipatok US$ 4.421,49/dmt dan perak US$ 64,38/dmt. Penetapan HMA ini menjadi panduan penting bagi pelaku industri pertambangan mineral di Tanah Air, mencerminkan kondisi pasar global terkini.

Related Post