Menaker: Ini Kunci Sukses Lolos Sulitnya Cari Kerja!

Author Image

Hadi Wibawa

2 September 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yasierli, baru-baru ini menyoroti permasalahan klasik yang membuat banyak pencari kerja kesulitan: ketidaksesuaian antara kualifikasi yang dimiliki dengan kebutuhan industri. Fenomena yang dikenal sebagai ‘skill mismatch’ ini, menurut Yasierli, bukan hanya momok bagi angkatan kerja di Indonesia, melainkan juga tantangan global yang dihadapi banyak negara maju.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan bahwa laju perubahan di sektor industri sangatlah pesat. Disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi masif telah mengubah lanskap kebutuhan keterampilan secara drastis. "Mismatch itu tantangan lama dan global. Industri terus berubah, tuntutan skill dari pekerja juga semakin cepat berubah," ujar Yasierli saat ditemui di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Menaker: Ini Kunci Sukses Lolos Sulitnya Cari Kerja!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menyikapi kondisi ini, pemerintah melalui institusi pendidikan didorong untuk terus beradaptasi. Tujuannya jelas, menekan jurang ketidaksesuaian tersebut. Sebagai langkah konkret, pemerintah telah meluncurkan dua program prioritas: Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi dan Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA/SMK.

Yasierli memaparkan, program Pemagangan Nasional menargetkan 150.000 lulusan perguruan tinggi agar mereka bisa mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia industri. Sementara itu, Pelatihan Vokasi Nasional dirancang untuk 270.000 lulusan SMA dan SMK guna meningkatkan kompetensi mereka sesuai standar industri terkini. "Inilah cara negara hadir. Kita ingin lulusan SMK kompeten, lulusan perguruan tinggi punya pengalaman di tempat kerja," tegasnya.

Meskipun targetnya besar dan belum mencakup seluruh angkatan kerja baru, evaluasi awal menunjukkan sinyal positif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus menyempurnakan program-program ini, dengan harapan dapat memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri di masa mendatang. Langkah ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan sulitnya mencari kerja akibat kesenjangan keterampilan.

Related Post