Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Dalam rangka merayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Bank Mega Syariah (BMS) menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan nasabah dengan menyelenggarakan program medical check-up gratis. Inisiatif ini, yang digelar di berbagai kantor cabang, merupakan wujud apresiasi mendalam sekaligus upaya strategis untuk mempererat ikatan dengan para nasabah setianya.
Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, menegaskan bahwa Harpelnas bukan sekadar perayaan, melainkan momentum krusial bagi perseroan untuk menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan loyalitas tak tergoyahkan yang telah diberikan nasabah. "Kepercayaan ini menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan kami," ujarnya.

Menurut Yuwono, Bank Mega Syariah tak hanya fokus pada penyediaan produk dan layanan keuangan syariah yang inovatif dan relevan. Lebih dari itu, pihaknya secara konsisten berupaya meningkatkan kualitas interaksi dan pengalaman nasabah di setiap sentuhan layanan, memastikan setiap nasabah merasa dihargai.
Also Read
Konsep "Relationship Based" menjadi pilar utama dalam filosofi pelayanan Bank Mega Syariah. "Pelayanan prima bagi kami melampaui sekadar transaksi perbankan," jelas Yuwono. "Ini tentang bagaimana kami memahami secara mendalam kebutuhan unik setiap nasabah dan menyajikan pengalaman perbankan yang benar-benar memberikan nilai tambah. Kepercayaan yang diberikan nasabah adalah dorongan terbesar kami untuk terus berinovasi dan menyuguhkan solusi keuangan syariah yang semakin relevan bagi seluruh lapisan masyarakat."
Untuk memenuhi beragam kebutuhan finansial, Bank Mega Syariah menawarkan portofolio produk dan layanan yang komprehensif. Mulai dari pembiayaan kepemilikan emas (Flexi Gold), Tabungan Haji iB, pembiayaan porsi haji khusus (Flexi Mabrur), hingga Kartu Pembiayaan berbasis prinsip syariah (Syariah Card), serta berbagai inovasi layanan lainnya yang dirancang khusus untuk nasabah.
Kepercayaan yang kokoh dari nasabah ini terbukti menjadi katalisator utama bagi kinerja bisnis Bank Mega Syariah. Data hingga Juni 2026 menunjukkan, perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak melampaui Rp137 miliar, melonjak signifikan 17,56% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang berada di angka lebih dari Rp117 miliar.
Dari aspek intermediasi, total dana pihak ketiga (funding) Bank Mega Syariah per Juni 2026 mencapai Rp9,69 triliun. Perseroan secara agresif berupaya mengoptimalkan porsi pendanaan, khususnya dari sumber dana murah (CASA) yang dihimpun melalui segmen nasabah Haji, Payroll, dan komunitas. Peningkatan volume dana murah ini juga didukung oleh inovasi layanan perbankan berbasis digital, pemanfaatan ekosistem haji, program komunitas yang masif, serta registrasi Cash Management System (CMS) yang mempermudah transaksi finansial bagi nasabah korporasi.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan Bank Mega Syariah juga menunjukkan tren positif, menembus angka lebih dari Rp10 triliun hingga Juni 2026, atau tumbuh impresif di atas 6% secara tahunan. Yuwono menegaskan, pertumbuhan pembiayaan ini senantiasa diiringi dengan prinsip kehati-hatian yang ketat, memastikan kualitas aset tetap terjaga demi keberlanjutan bisnis dan kepercayaan nasabah.




