Manajer Kopdes Mandek, Bos Agrinas Curiga Sabotase!

Author Image

Hadi Wibawa

15 September 2026, 11:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah dugaan serius mencuat terkait lambatnya penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) atau kopdes. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, secara blak-blakan menuding adanya upaya sabotase yang menghambat operasional program strategis ini, menyusul proses penempatan manajer yang tak kunjung rampung hingga kini.

Joao Angelo mengungkapkan kekesalannya atas mandeknya proses penempatan manajer kopdes yang seharusnya sudah berjalan. Ia menegaskan, pihaknya, PT Agrinas Pangan Nusantara, telah menyatakan kesiapan penuh untuk menyerap dan menempatkan antara 13.000 hingga 15.000 manajer kopdes. "Apa sih susahnya?" tanyanya retoris, mempertanyakan kendala yang dihadapi oleh pihak regulator.

Manajer Kopdes Mandek, Bos Agrinas Curiga Sabotase!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Joao, kewenangan vital penempatan ribuan manajer ini berada di tangan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia mendesak kedua institusi tersebut untuk segera bertindak dan tidak menunda-nunda proses yang krusial ini.

Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Instagram resminya @bung.joaomota baru-baru ini, Joao Mota menyuarakan keheranannya. "Ini kan manajer-manajer ini akhirnya jadi ramai. Apa sih susahnya? Apa kendalanya?" ujarnya. Ia bahkan menawarkan solusi praktis: "Kalau memang sulit, berikan saja nama-nama dan kontak mereka kepada Agrinas. Kami akan kirim email, kami akan urus. Gampang, tidak perlu biaya-biaya tambahan."

Joao lebih lanjut mengkritik kurangnya inisiatif dari pihak-pihak yang berwenang dalam penempatan manajer kopdes. Menurutnya, kondisi ini secara langsung menghambat kelancaran program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sangat bagus. Seharusnya, semua pihak bersinergi untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai rencana.

"Mengapa setiap masalah kecil harus selalu dilempar ke Pak Presiden?" tanya Joao dengan nada frustrasi. Ia menambahkan, "Ini hanya masalah menempatkan orang, mengapa begitu sulit? Saya tidak habis pikir. Ini adalah bentuk-bentuk sabotase struktural, karena ada pihak yang tidak ingin melihat program Presiden yang sangat bagus ini berjalan dengan baik." pungkasnya.

Related Post