Redaksibengkulu.co.id – Fenomena iklim El Nino kembali menunjukkan dampaknya yang signifikan terhadap sektor energi di Indonesia. Kali ini, sorotan tertuju pada kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Sulawesi bagian selatan yang dilaporkan menyusut drastis hingga 650 megawatt (MW). Kondisi ini, yang dipicu oleh berkurangnya debit air sungai, memicu kekhawatiran serius dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) terkait stabilitas pasokan listrik.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam acara MKI Electricity Connect 2026 yang berlangsung di ICE BSD Tangerang pada Selasa (22/9/2026), menegaskan bahwa El Nino telah menyebabkan penurunan volume air di banyak sungai. "Debit air berkurang, sungai berkurang, pasti menghasilkan listrik yang tidak maksimal. Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA," ujar Bahlil, menggarisbawahi tantangan operasional PLTA di tengah kondisi kekeringan.

Senada dengan pernyataan Menteri Bahlil, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, membeberkan detail dampak konkret fenomena kekeringan ini. "Memang dengan ada kondisi El Nino ini untuk PLTA itu kapasitasnya itu menjadi sangat berkurang. Sebagai contoh di Sulawesi bagian selatan itu berkurang sekitar 650 MW," jelas Darmawan di kesempatan yang sama. Angka 650 MW ini bukan jumlah yang kecil, mengindikasikan potensi defisit energi yang memerlukan penanganan cepat.
Also Read
Menyikapi penurunan kapasitas PLTA yang signifikan, Darmawan menyatakan bahwa PLN tidak tinggal diam. Perusahaan listrik negara tersebut telah menyiapkan strategi mitigasi dengan mengandalkan penambahan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). "Sehingga pada waktu musim kering, tambahan energi dari pembangkit listrik tenaga surya dengan battery energy storage system dapat diandalkan," terang Darmawan.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan serupa akibat El Nino tidak hanya terjadi di Sulawesi, melainkan juga dihadapi oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, upaya diversifikasi sumber energi dan penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi langkah krusial untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional di tengah ancaman perubahan iklim yang terus berlanjut. PLN berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memastikan ketersediaan listrik bagi masyarakat.




