RKAB dan El Nino Hantam UNTR: Produksi Anjlok!

Author Image

Hadi Wibawa

23 September 2026, 11:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Raksasa pertambangan dan alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR), menghadapi tantangan signifikan di tahun 2026. Produksi batu bara dan penjualan alat berat perseroan terpukul keras akibat keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta dampak fenomena El Nino. Direktur United Tractors, Vilihati Surya, mengungkapkan hal ini dalam acara Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Vilihati menjelaskan, hingga pertengahan Juni, UNTR baru mengantongi persetujuan RKAB sekitar 50% dari total kapasitas produksi batu bara yang mencapai 15 juta ton. "Kalau kita lihat memang sampai dengan first half kita RKAB-nya turun 50%, kita itu sebenarnya punya kapasitas bisa produksi sampai dengan 15 juta ton. Tapi pada pertengahan Juni kemarin, yang baru di-approve RKAB-nya itu baru 7,4 juta," ujarnya. Kondisi ini secara langsung memangkas volume penjualan batu bara UNTR sebesar 22% sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

RKAB dan El Nino Hantam UNTR: Produksi Anjlok!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kendati demikian, Vilihati menambahkan bahwa perseroan telah berhasil mendapatkan peningkatan persetujuan RKAB untuk produksi batu bara menjadi 12,4 juta ton pada bulan Agustus. "Di Agustus ini kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta," jelasnya, memberikan sedikit angin segar bagi prospek produksi di sisa tahun ini.

Kebijakan RKAB yang ketat ini tidak hanya berdampak pada sektor produksi batu bara, tetapi juga merembet ke lini bisnis penjualan alat berat Komatsu milik UNTR. Sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026, penjualan alat berat perseroan anjlok 21%, dari 3.408 unit menjadi 2.689 unit. Penurunan signifikan paling terasa pada segmen big machine, yang merupakan kontributor utama penjualan alat berat, dengan angka penjualan merosot dari 860 unit menjadi 436 unit di periode yang sama.

Vilihati menjelaskan, "Unfortunately di tahun ini memang karena impact dari RKAB, mungkin teman-teman semua tahu ya, impact dari RKAB, in directly customer-customer-nya di big machine sales, yang terutama di coal mining itu ngerem dulu untuk pembeliannya alat berat." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian persetujuan RKAB membuat para pelaku tambang batu bara menunda investasi pada alat berat baru.

Di samping persoalan RKAB, UNTR juga harus berjibaku dengan kondisi alam. Wilayah kerja perseroan di Kalimantan Tengah tengah menghadapi fenomena El Nino atau musim kemarau panjang, yang secara langsung menghambat aktivitas produksi. Meski demikian, Vilihati optimistis penjualan batu bara perseroan akan kembali optimal pada kuartal keempat, khususnya di periode November-Desember. "Tantangannya ini sekarang itu lagi El Nino, lagi dry season di area Kalimantan Tengah. Jadi kita produksi dan nanti kita jualannya mungkin di Q4 November-Desember, lebih maximize," pungkasnya.

Related Post