Author Image

Hadi Wibawa

24 September 2026, 23:46 WIB

Terkuak! WSBP Tunda Bayar Kupon Obligasi, Ada Apa?

Redaksibengkulu.co.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan penundaan pembayaran kupon obligasi ke-8 untuk seri I dan II Tahun 2022 yang seharusnya jatuh tempo pada 25 September 2026. Keputusan ini diambil di tengah tekanan likuiditas yang signifikan, memicu pertanyaan di kalangan investor.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, menjelaskan bahwa masalah likuiditas ini bersumber dari dua faktor utama. Pertama, target kas masuk dari penagihan piutang usaha pelanggan tidak tercapai sesuai ekspektasi. Kedua, kenaikan harga material konstruksi turut memperparah kondisi, sehingga secara langsung mempengaruhi ketersediaan Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) perusahaan.

Meskipun demikian, WSBP menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan kewajiban ini. "Dengan tetap tunduk pada ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Waskita Beton Precast I & II, Perseroan akan berupaya untuk memastikan kesediaan CFADS untuk pembayaran Kupon Obligasi Waskita Beton Precast I & II dalam jangka waktu paling lambat 90 hari," ujar Fandy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

Dalam upaya penyelesaian, WSBP terus berkoordinasi erat dengan Wali Amanat untuk menempuh langkah-langkah hukum dan perjanjian yang berlaku demi mencari solusi terbaik.

Untuk mengatasi defisit CFADS dan memastikan kelangsungan bisnis, perusahaan telah menyiapkan serangkaian langkah strategis. Ini mencakup komunikasi proaktif dengan para pelanggan guna mempercepat penagihan piutang, bahkan mempertimbangkan opsi jalur hukum yang terukur bagi piutang yang telah jatuh tempo. Selain itu, efisiensi beban usaha melalui pengetatan pengeluaran juga dilakukan secara ketat, sembari memastikan seluruh proses produksi tetap berjalan demi menjaga rantai pasokan dan komitmen proyek.

Di tengah tantangan likuiditas yang menyebabkan penundaan pembayaran ini, WSBP menjamin bahwa operasional perusahaan serta suplai produk beton precast dan readymix untuk berbagai proyek strategis nasional tidak terganggu. Proyek-proyek vital seperti Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Tangguh UCC Onshore Project Papua, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, serta New Priok Eastern Access (NPEA) tetap menerima pasokan material sesuai jadwal.

Tidak hanya infrastruktur, WSBP juga aktif dalam proyek pembangunan gedung, seperti Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali dan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate, menunjukkan diversifikasi portofolio proyeknya.

"Perseroan senantiasa berkomitmen menjaga keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan, sekaligus terus memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)," tutup Fandy, menegaskan prinsip-prinsip perusahaan di tengah situasi sulit ini.


Related Post