BUMN Tekstil Bakal Lahir? Ini Kata Menperin!

Author Image

Hadi Wibawa

6 Oktober 2026, 02:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta — Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, memberikan tanggapan positif terkait wacana pemerintah untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus di sektor tekstil. Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya untuk memperkokoh struktur industri nasional yang memiliki dampak domino sangat luas.

Sarmuji menjelaskan bahwa sektor tekstil bukan sekadar industri manufaktur biasa, melainkan ekosistem yang melibatkan banyak pelaku usaha kecil, mulai dari sektor penjahitan hingga industri rumah tangga lainnya. Menurutnya, penguatan melalui BUMN akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan rantai pasok tersebut.

BUMN Tekstil Bakal Lahir? Ini Kata Menperin!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Memang masih banyak tantangan di industri tekstil. Namun, jika pemerintah memang berniat memperkuat sektor ini melalui BUMN, kami tentu sangat mendukung," ujar Sarmuji saat ditemui usai rapat internal di Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Lebih lanjut, Sarmuji menekankan bahwa pertumbuhan sektor industri menjadi pilar utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen. Hal ini dikarenakan industri merupakan penyerap tenaga kerja paling masif dibandingkan sektor lainnya. Jika pertumbuhan industri stagnan, maka target ekonomi dan penyerapan lapangan kerja akan sulit tercapai.

Namun, Menperin juga mengakui bahwa Kementerian Perindustrian tidak bisa bekerja sendirian dalam menyelesaikan berbagai persoalan industri. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dengan kementerian lain, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Pertanian.

Salah satu isu krusial yang disoroti adalah kebijakan impor. Sarmuji memperingatkan bahwa keterbukaan izin impor tanpa adanya pembatasan yang tepat pada komoditas tertentu dapat mengancam eksistensi produsen lokal.

"Jika izin impor dibuka secara bebas tanpa pertimbangan pembatasan untuk barang-barang tertentu, industri dalam negeri akan sangat sulit bertahan. Oleh karena itu, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangatlah krusial," pungkasnya.

Related Post