Mandiri Gebrak Pasar, Layanan Digital Makin Canggih!

Author Image

Hadi Wibawa

22 Oktober 2026, 20:25 WIB

redaksibengkulu.co.id – Menanggapi dinamika kebutuhan masyarakat yang kian kompleks, Bank Mandiri secara agresif memperkuat ekosistem digitalnya guna memastikan setiap nasabah mendapatkan pengalaman perbankan yang tanpa batas. Langkah strategis ini diambil untuk menjawab ekspektasi nasabah yang kini menginginkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terintegrasi dengan gaya hidup sehari-hari.

Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menegaskan bahwa kepuasan pelanggan menjadi kompas utama dalam setiap inovasi yang diluncurkan. Menurutnya, Bank Mandiri tidak sekadar mengejar kecanggihan teknologi, melainkan fokus pada solusi nyata yang memberikan nilai tambah bagi setiap individu.

Mandiri Gebrak Pasar, Layanan Digital Makin Canggih!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami membangun layanan digital dengan kerangka kerja yang komprehensif. Melalui satu aplikasi, nasabah bisa melakukan segalanya; mulai dari menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), mencari pembiayaan (Borrow Money), hingga berinvestasi (Grow Money)," ungkap Timothy dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).

Salah satu terobosan fenomenal yang diperkenalkan adalah layanan emas digital. Berkat izin lisensi bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri mencatatkan sejarah sebagai bank konvensional pertama di tanah air yang memiliki lisensi tersebut. Kini, lewat aplikasi Livin’, nasabah dapat dengan mudah membuka tabungan emas, melakukan jual beli, hingga mencicil emas. Menariknya, emas fisik pun dapat diambil langsung melalui kantor cabang atau ATM Emas yang tersedia di berbagai wilayah.

Efektivitas transformasi digital ini tercermin dari data pertumbuhan yang fantastis. Hingga Agustus 2026, pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri telah menembus angka 42,2 juta pengguna, melonjak 23,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Frekuensi transaksi pun meroket hingga mencapai 3,7 miliar kali. Lonjakan aktivitas digital ini turut mendongkrak Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri hingga mencapai Rp1.687 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan.

Meski gencar melakukan digitalisasi, Bank Mandiri tetap mempertahankan sentuhan personal melalui pendekatan online-to-offline. Integrasi antara layanan digital dengan jaringan fisik seperti kantor cabang, ATM/CRM, hingga layanan Livin’ Call yang bebas pulsa, memastikan nasabah tetap mendapatkan bantuan manusiawi yang cepat tanpa prosedur verifikasi yang berbelit-belit.

Dedikasi dalam memberikan pelayanan prima ini pun membuahkan hasil manis. Bank Mandiri berhasil menyabet predikat Sector Champion untuk kategori Financial Services serta meraih gelar Grand Champion sebagai BUMN dengan skor layanan tertinggi dalam ajang Danantara Indonesia CX100. Pencapaian ini mempertegas posisi Mandiri sebagai pemimpin pasar yang berkomitmen melayani dengan sepenuh hati.

Related Post