Mahasiswa Go Global! Transaksi Tembus Rp 408 Miliar

Author Image

Hadi Wibawa

24 Oktober 2026, 17:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Gebrakan luar biasa ditunjukkan oleh para wirausaha muda berbasis kampus dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Melalui program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan, para pelaku UKM dari lingkungan perguruan tinggi ini sukses mencatatkan potensi transaksi fantastis mencapai USD 22,56 juta atau setara dengan Rp 408,19 miliar hingga hari kedua pameran.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa produk inovatif hasil karya akademisi mampu bersaing di kancah global. Menurutnya, keterlibatan dalam TEI ke-41 merupakan batu loncatan penting bagi wirausaha muda untuk memperluas jaringan bisnis internasional.

Mahasiswa Go Global! Transaksi Tembus Rp 408 Miliar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Potensi transaksi ini membuktikan bahwa produk UKM berbasis perguruan tinggi memiliki daya tarik tinggi di pasar dunia. Kami terus mendorong agar inovasi dari kampus tidak hanya berhenti di skala lokal, tetapi bertransformasi menjadi usaha berorientasi ekspor," ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya, Sabtu (24/10/2026).

Dari total potensi tersebut, sebanyak USD 21,46 juta telah memasuki tahap serius melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan pembeli mancanegara. Sementara itu, sisanya sebesar USD 1,1 juta masih dalam tahap penjajakan intensif.

Menariknya, ajang yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City ini merupakan debut perdana bagi UKM Campuspreneur. Beberapa nama kampus yang sukses mencuri perhatian pembeli dari Jepang, Belanda, Hong Kong, hingga Taiwan antara lain Binus University (melalui Futra Export dan Pustaka Dagang), Telkom University (Worldwise), serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Inofarm).

Tak hanya itu, produk unggulan seperti kakao, kayu manis, gula aren, hingga minyak kelapa murni turut diminati. Bahkan, inovasi non-komoditas seperti pengendali hama alami dan platform edukasi digital juga mendapat sorotan dari para buyer internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi 25 UKM terpilih dari 20 perguruan tinggi mitra. Para peserta ini bukan sembarang peserta, melainkan hasil kurasi ketat dari 80 UKM potensial.

"Kami membekali mereka dengan berbagai pelatihan, mulai dari teknik ekspor, desain produk, hingga kemampuan business matching. Tujuannya agar saat bertemu pembeli, mereka sudah siap secara mental dan kualitas produk," jelas Puntodewi.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat langsung adalah Moses, CEO World Wise dari Telkom University. Perusahaan rintisan di bidang edukasi bahasa berbasis gim ini berhasil mengantongi LoI dengan mitra dari Belanda.

"Program Campuspreneur membuka akses pasar yang sebelumnya sulit kami jangkau. Melalui jejaring di TEI ini, kami mulai melangkah untuk mengembangkan pasar di luar Indonesia," ungkap Moses optimis.

Program Campuspreneur sendiri merupakan bagian dari gerakan ‘Dari Lokal untuk Global’ milik Kemendag. Melalui inisiatif ini, pemerintah berkomitmen mengubah wajah UKM kampus menjadi pemain utama dalam rantai pasok global melalui pameran dagang terbesar di Indonesia, TEI 2026.

Related Post