Waspada! Bocah 8 Tahun Jadi Target Scam Kejam

Author Image

Hadi Wibawa

28 Oktober 2026, 08:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Ancaman kejahatan siber kini semakin mengerikan dan tidak mengenal batas usia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebuah kasus mengejutkan di mana seorang anak berusia delapan tahun menjadi korban penipuan atau scam yang berujung pada pemerasan terhadap orang tuanya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan pelaku sangat licin. Pelaku menyamar sebagai teman melalui media sosial untuk membangun kepercayaan korban, lalu meminta foto-foto pribadi anak tersebut.

Waspada! Bocah 8 Tahun Jadi Target Scam Kejam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Usia termuda yang terkena dampak scam keuangan ini adalah anak usia 8 tahun. Modusnya melalui media sosial, mereka berpura-pura menjadi teman, lalu meminta foto pribadi korban," ungkap sosok yang akrab disapa Kiki tersebut dalam acara OJK Digiclass di Jakarta, Selasa (27/10).

Tidak berhenti di situ, kasus ini berkembang menjadi aksi pemerasan. Pelaku mengancam akan menyebarkan foto pribadi anak tersebut jika orang tua korban tidak segera mengirimkan sejumlah uang sebagai tebusan. "Orang tuanya akhirnya diperas; jika tidak mengirim uang, foto tersebut akan disebar," tegas Kiki.

Selain ancaman terhadap anak-anak, OJK juga menyoroti kerentanan finansial di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Data menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) atau pinjaman online adalah kelompok Gen Z, namun tingkat kesadaran risikonya masih sangat rendah.

Hanya sekitar 26% Gen Z yang memiliki kepedulian terhadap risiko penggunaan BNPL, angka yang lebih rendah dibandingkan generasi milenial yang mencapai 34%. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan karena 52% Gen Z mengaku bahwa penggunaan BNPL justru mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan.

Lebih lanjut, sebanyak 41% Gen Z kerap kehilangan jejak atau lupa akan kewajiban pembayaran tagihan bulanan mereka. Bahkan, 39% di antaranya menggunakan fitur BNPL untuk membeli barang-barang yang tidak bersifat esensial.

Kiki memperingatkan bahwa banyak anak muda saat ini sudah terjebak dalam jeratan utang pinjaman online. Ia menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus dalam situasi finansial yang buruk akibat kurangnya literasi dan kontrol diri.

Related Post