Gas Pindo Deli Karawang Bocor, Kemenperin Turun Tangan!

Author Image

Hadi Wibawa

31 Oktober 2026, 05:25 WIB

JAKARTA – redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah tegas menyikapi insiden kebocoran gas yang melanda kawasan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (29/10/2026). Guna memastikan situasi benar-benar aman, Kemenperin segera menerjunkan tim investigasi ke lokasi untuk mengevaluasi standar keselamatan industri di perusahaan tersebut.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa ini, mengingat dampak kesehatan yang dirasakan oleh warga di sekitar area pabrik. Menurutnya, keselamatan masyarakat dan para buruh adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Gas Pindo Deli Karawang Bocor, Kemenperin Turun Tangan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami sangat prihatin atas insiden pelepasan gas di PT Pindo Deli yang berdampak pada warga sekitar. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja tetap terjaga," ungkap Putu dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan investigasi awal, kebocoran gas tersebut diduga kuat akibat reaksi kimia yang terjadi saat material di area persiapan pengiriman terpapar air hujan. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang memicu munculnya asap serta gas dengan aroma menyengat yang mulai terdeteksi sejak pukul 04.52 WIB.

Meski tim tanggap darurat perusahaan telah bergerak sejak pukul 04.55 WIB untuk mengendalikan sumber masalah, sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas. Saat ini, para korban telah mendapatkan perawatan medis di klinik dan rumah sakit terdekat.

Putu menjelaskan bahwa meskipun situasi di lapangan saat ini dilaporkan sudah terkendali, Kemenperin tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan melakukan inspeksi mendalam untuk membedah prosedur penyimpanan bahan kimia serta standar operasional keselamatan kerja (K3) di perusahaan tersebut.

"Kami akan melakukan inspeksi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti masalah ini. Evaluasi terhadap prosedur penanganan bahan kimia sangat penting agar langkah perbaikan konkret dapat segera diambil dan kejadian serupa tidak terulang kembali," tegas Putu.

Kemenperin juga mengingatkan pihak manajemen perusahaan agar bertanggung jawab penuh terhadap seluruh pihak yang terdampak, baik dari sisi medis maupun pemulihan lingkungan. Kemenperin berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini demi menjamin kegiatan industri nasional berjalan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Related Post