Harta Karun Bawah Laut RI Jadi Kunci Ekonomi!

Author Image

Hadi Wibawa

31 Oktober 2026, 17:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengambil langkah strategis dalam memperkuat perlindungan situs warisan maritim bawah laut Indonesia. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga sejarah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi biru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa kekayaan laut Indonesia jauh melampaui sekadar sumber daya alam hayati. Menurutnya, situs-situs bawah laut merupakan rumah bagi berbagai biota laut sekaligus aset budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan tepat, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Harta Karun Bawah Laut RI Jadi Kunci Ekonomi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dukungan penuh diberikan KKP terhadap penyelenggaraan The 6th Asia-Pacific Conference on Maritime and Underwater Cultural Heritage (APCONF6) yang digelar di Denpasar, Bali, pada 26-31 Oktober 2026. Forum internasional bertajuk ‘Traditions and Trajectories: Maritime Heritage and Blue Economies in Asia-Pacific’ ini menjadi wadah krusial bagi para peneliti, akademisi, hingga investor untuk berkolaborasi.

"Forum ini harus menjadi ruang dialog kebijakan yang mampu menghubungkan antara upaya pelestarian warisan maritim dengan pembangunan ekonomi biru," ujar Trenggono dalam keterangan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Irwan Meilano, menyoroti keberhasilan Situs USAT Liberty di Tulamben, Bali. Bangkai kapal kargo milik Amerika Serikat tersebut menjadi bukti nyata bagaimana situs sejarah bawah laut dapat bertransformasi menjadi habitat biota laut sekaligus destinasi wisata bahari unggulan yang menghidupkan ekonomi warga lokal.

Irwan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan dalam pengawasan situs. Ia juga mengapresiasi kearifan lokal seperti tradisi sasi, Panglima Laot, hingga awig-awig yang selama ini menjadi fondasi pengelolaan laut yang bertanggung jawab di berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menambahkan bahwa warisan maritim adalah cerminan identitas dan hubungan abadi antara manusia dengan lingkungan perairan. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan perlindungan terhadap situs-situs unik ini dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyelenggaraan APCONF6 kali ini juga terasa spesial karena menandai Crystal Anniversary atau peringatan 15 tahun berdirinya forum tersebut. Sejak pertama kali digelar di Manila, Filipina, pada 2011, APCONF terus berkembang menjadi ajang pertemuan penting bagi para tokoh maritim dunia.

Related Post