Rekor Baru! Produksi Listrik PGE Melejit

Author Image

Hadi Wibawa

5 November 2026, 05:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor energi terbarukan. Hingga periode September 2026, perusahaan ini sukses membukukan produksi listrik panas bumi mencapai angka 4.113 gigawatt hour (GWh), sebuah pencapaian yang melampaui rekor sebelumnya.

Lonjakan produksi ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 9,86% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari optimalisasi operasional di lima wilayah kerja utama yang dikelola oleh perseroan.

Rekor Baru! Produksi Listrik PGE Melejit
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Hingga September 2026, kami kembali mencatatkan all time high atau rekor tertinggi dalam sejarah produksi kami, yakni sebesar 4.113 GWh," ujar Ahmad Yani dalam sesi media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Lima wilayah kerja yang menjadi tulang punggung produksi tersebut meliputi Kamojang, Ulubelu, Lumut Balai, Lahendong, dan Karaha. Dari kelima wilayah tersebut, Kamojang tetap menjadi kontributor terbesar. Lapangan dengan kapasitas terpasang 235 megawatt (MW) ini menyumbang sekitar 1.438 GWh, atau tumbuh 8,4% secara tahunan (year on year).

Sementara itu, wilayah Ulubelu dengan kapasitas 220 MW mencatatkan produksi sebesar 1.218 GWh. Meski sempat mengalami koreksi tipis sebesar 0,6% akibat adanya pemeliharaan (maintenance) dan penurunan debit uap, Ahmad memastikan bahwa langkah perbaikan telah dilakukan.

"Kami telah melakukan kegiatan work over pada sumur-sumur di Ulubelu. Dengan pemeliharaan ini, kami optimis produksi uap akan kembali meningkat dan mampu mengejar target di akhir tahun nanti," tambahnya.

Kinerja positif juga terlihat di Lumut Balai yang mencatatkan efisiensi kapasitas pembangkit hingga 102%. Di sisi lain, PLTP Lahendong dengan kapasitas 120 MW menyumbang 658 GWh dengan pertumbuhan 2,3% secara tahunan. Adapun wilayah Karaha juga menunjukkan tren perbaikan performa guna mencapai kapasitas terpasang optimal di angka 30 MW.

Menatap masa depan, PGE tidak berhenti pada pencapaian saat ini. Perusahaan tengah memacu pengembangan proyek strategis, di antaranya Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.

Ahmad Yani menegaskan ambisi besar perusahaan dalam memperkuat pangsa pasar energi hijau. "Target kami adalah meningkatkan kapasitas terpasang dari 727 megawatt saat ini menjadi 1 gigawatt pada tahun 2028, dan terus melesat hingga mencapai 1,8 gigawatt pada tahun 2034," pungkasnya.

Related Post