INDRAMAYU – Melansir laporan dari redaksibengkulu.co.id, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang pangan olahan terus menunjukkan taringnya dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah geliat produksi kerupuk ikan di wilayah Indramayu, Jawa Barat, yang kini menjadi tulang punggung penghasilan warga setempat.
Di Desa Kenanga, Indramayu, aktivitas produksi kerupuk ikan terlihat sangat intens. Para pekerja tampak telaten melakukan proses penjemuran kerupuk di bawah sinar matahari. Tahapan pengeringan ini merupakan fase krusial dalam menjaga kualitas tekstur dan rasa sebelum produk tersebut siap didistribusikan ke pasar yang lebih luas.

Salah satu unit usaha yang aktif, yakni pabrik Kerupuk Berkah Padi Kapas, menjadi potret nyata bagaimana pengolahan hasil laut mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Proses produksi yang melibatkan tenaga kerja lokal ini membuktikan bahwa hilirisasi produk perikanan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.
Also Read
Menanggapi potensi tersebut, pemerintah melalui Kementerian UMKM terus berupaya memberikan dukungan nyata. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program pembiayaan ini ditujukan khusus untuk memperkuat sektor produksi agar para pelaku UMKM memiliki modal yang cukup untuk meningkatkan skala usahanya.
Dukungan modal melalui KUR diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri pangan olahan ini. Dengan modal yang kuat, para pengusaha kerupuk ikan diharapkan mampu melakukan inovasi produksi dan memperluas jangkauan pasar, sehingga mampu memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.




