Danantara Bentuk Anak Usaha, Sulap Sampah Jadi Listrik!

Author Image

Hadi Wibawa

7 Maret 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Danantara Investment Management siap menggebrak sektor energi terbarukan dengan membentuk anak usaha khusus. Langkah strategis ini diambil untuk menggarap proyek-proyek ambisius pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai daerah. Pembentukan entitas baru ini direncanakan rampung dalam waktu dekat, menandai komitmen serius Danantara dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan energi nasional.

Fadli Rahman, Director of Investments Danantara Investment Management, menjelaskan bahwa anak perusahaan ini akan memegang 30% saham dalam setiap proyek WtE yang digarap. "Jadi kita Danantara Investment itu akan memiliki satu anak perusahaan yang mudah-mudahan akan dibentuk dalam waktu dekat," ujar Fadli saat ditemui di Graha Mandiri, Jumat (6/3/2026). Sisa 70% saham akan dimiliki oleh operator fasilitas, sementara anak usaha Danantara akan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah dan PLN.

Danantara Bentuk Anak Usaha, Sulap Sampah Jadi Listrik!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Anak usaha ini tidak hanya berperan sebagai pemegang saham, melainkan juga akan secara langsung mengawasi kinerja proyek melalui perwakilan yang ditempatkan di setiap perusahaan pelaksana. Ini memastikan transparansi dan efisiensi dalam operasional proyek vital tersebut.

Untuk merealisasikan visi ini, Danantara telah menggandeng dua perusahaan raksasa asal Tiongkok, yakni Wangneng Environment Co.Ltd. dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co.Ltd. Keduanya akan menjadi mitra strategis dalam pengembangan fasilitas PSEL di Bekasi dan Denpasar sebagai tahap awal. Fadli menambahkan, "Setelah kita memilih Mitra ini, Mitra ini akan membentuk bersama-sama dengan kami SPV anak perusahaan yang 70% mereka pegang, 30% kami pegang. Perusahaan ini nanti akan bekerjasama dengan Pemda melalui skema perjanjian kerja sama."

Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan empat proyek PSEL. Selain Bekasi dan Denpasar, dua lokasi lain yang akan menjadi sasaran adalah Yogyakarta dan Bogor. Target groundbreaking atau peletakan batu pertama diharapkan dapat dilakukan antara April hingga Juni 2026. Sementara itu, pembangunan fisik proyek ditargetkan paling lambat dimulai pada akhir Juni atau awal Juli 2026.

"Groundbreaking itu bisa dilakukan kapan saja dari April sampai bulan Juni. Cuma yang lebih penting adalah kapan ini mulai dibangun. Target kita ini mulai dibangun di akhir Juni, awal Juli paling telat," jelas Fadli. Proses konstruksi diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun. Namun, untuk dua proyek perintis di Bekasi dan Denpasar, mitra berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan lebih cepat. "Kebetulan keduanya memang komitmennya lebih cepat. Janjinya by 2027 akhir itu kita terbangun, sudah COD. Untuk di Bekasi di awal 2028," pungkas Fadli, mengindikasikan harapan besar terhadap percepatan proyek ini.

Related Post