Redaksibengkulu.co.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, kembali mengguncang stabilitas ekonomi global, dengan pasar modal menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampaknya. Menyikapi kondisi penuh ketidakpastian ini, Chief Investment Officer (CIO) Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, menekankan pentingnya kehati-hatian dan strategi portofolio yang matang bagi para investor.
Menurut Genta, kunci utama dalam menghadapi volatilitas pasar adalah diversifikasi investasi ke berbagai kelas aset. Strategi ini krusial untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif dan tak terduga. "Kalau dari sisi kita investasi di tengah ketidakpastian yang dilakukan adalah diversifikasi, itu yang menjadi kunci. Salah satunya, kita bisa masuk ke dalam berbagai produk dengan aset kelas yang berbeda. Supaya ada fungsi diversifikasinya," ujar Genta dalam acara Market Outlook Sinarmas Asset Management di Grand Hyatt Jakarta, Selasa lalu.

Fenomena "risk off" seringkali terjadi ketika persepsi risiko investor meningkat. Kondisi ini mendorong investor untuk mengurangi eksposur pada aset-aset berisiko tinggi dan mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. "Ketika perubahan persepsi resiko investor terjadi itu biasanya akan ada perubahan aset kelas. Tujuan investor makanya terjadi risk off," sambungnya. Pergeseran ini, yang dikenal sebagai "flight to quality", terlihat dari meningkatnya minat pada aset-aset seperti dolar AS dan emas, yang secara historis dianggap sebagai safe haven di masa krisis.
Also Read
Sebagai respons dan alternatif bagi investor di tengah ketidakpastian ini, Sinarmas Asset Management baru-baru ini meluncurkan Reksadana Global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index. Produk inovatif ini dirancang khusus untuk memberikan akses kepada investor di Indonesia terhadap portofolio perusahaan-perusahaan global dengan fundamental yang kuat, sekaligus mematuhi prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) serta syariah.




