Waspada! Tanggal Ini Puncak Macet Mudik Tol Jakarta 2026!

Author Image

Hadi Wibawa

11 Maret 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Jutaan pemudik diprediksi akan memadati ruas jalan tol meninggalkan Jakarta menjelang Lebaran tahun 2026. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan bakal bergerak keluar ibu kota, dengan puncak arus mudik yang sangat diwaspadai jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan bahwa lonjakan volume lalu lintas akan mulai terasa sejak Jumat, 13 Maret 2026, seiring dimulainya periode libur panjang. "Jadi diperkirakan 3,5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncak ini tanggal 18. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini. Karena memang dengan adanya liburan yang cukup panjang," ujar Rivan dalam konferensi pers di JMTC Jatiasih, Bekasi, Selasa (10/3/2026).

Waspada! Tanggal Ini Puncak Macet Mudik Tol Jakarta 2026!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya arus mudik, Jasa Marga juga telah memetakan puncak arus balik. Diperkirakan, gelombang kendaraan kembali ke Jakarta akan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026, atau H+3 Lebaran. Meskipun demikian, Rivan menambahkan bahwa tidak semua pemudik akan serentak kembali. Sebagian masyarakat diprediksi akan memperpanjang waktu bersilaturahmi di kampung halaman sebelum akhirnya kembali ke rutinitas ibu kota.

Dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta, pergerakan ini akan terdistribusi ke berbagai tujuan utama. Sekitar 28% dari jumlah tersebut diperkirakan akan melaju ke arah barat, menuju Merak. Mayoritas, yakni sekitar 50%, akan bergerak ke arah timur, menyusuri ruas tol menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, melalui jalur populer seperti Tol Cipularang hingga Purbaleunyi. Sementara itu, 20% sisanya akan mengarah ke selatan, menuju kawasan Bogor dan sekitarnya.

"Dan dari 3,5 juta ini memang pergerakan kendaraan ini memang berbeda. Jadi 28% itu ke Merak, sementara 50% ke arah timur seperti Cipularang, sementara sisanya adalah 20% adalah ke arah Bogor," pungkas Rivan, menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan bagi para pemudik untuk menghindari penumpukan di titik-titik krusial.

Related Post