Astakarya: Jurus Ampuh RI Genjot Ekonomi Kreatif!

Astakarya: Jurus Ampuh RI Genjot Ekonomi Kreatif!

Redaksibengkulu.co.id – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) baru-baru ini menggebrak dengan peluncuran program ambisius bernama Astakarya. Inisiatif strategis ini digadang-gadang sebagai lokomotif baru yang akan mengakselerasi transformasi ekonomi Indonesia, khususnya di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Peluncuran Astakarya menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKRAFS 2026 yang berlangsung meriah di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).

Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, dengan tegas menyatakan bahwa sektor ekonomi kreatif (ekraf) tak lagi bisa dipandang sebelah mata sebagai pelengkap. "Ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung utama perekonomian nasional," ujarnya, seraya menjelaskan bahwa Astakarya merupakan program unggulan GEKRAFS yang sejalan dengan visi pembangunan nasional. Ia bahkan menyebut Astakarya sebagai "Astacita" versi GEKRAFS, merujuk pada program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo.

Astakarya: Jurus Ampuh RI Genjot Ekonomi Kreatif!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Program Astakarya ini merangkum delapan pilar utama yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif secara komprehensif. Delapan pilar tersebut meliputi Cefa, Diple, Gandi, Digimap, Artpay, Youthem, Rechub, dan Globe. Seluruhnya dirancang untuk menciptakan ekosistem yang kondusif: mulai dari memperluas jangkauan pendanaan bagi para kreator, mengukuhkan perlindungan hukum dan kekayaan intelektual, meningkatkan literasi digital, hingga memperjuangkan standar honorarium yang adil bagi pekerja kreatif. Tak hanya itu, Astakarya juga fokus membuka lebar ruang bagi talenta muda, menguatkan simpul-simpul creative hub di penjuru negeri, serta memacu ekspor produk-produk kreatif Indonesia ke pentas global.

COLLABMEDIANET

Dewan Pembina GEKRAFS, Sandiaga Uno, turut memberikan pandangannya, menyoroti peran vital ekonomi kreatif sebagai mesin penggerak masa depan Indonesia. "Sektor ini memiliki potensi luar biasa dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan menegaskan identitas bangsa. Kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk memastikan potensi ini benar-benar berbuah manis bagi perekonomian nasional," tegas Sandiaga.

Sementara itu, Dewan Penasehat GEKRAFS, Sufmi Dasco Ahmad, menekankan urgensi konsolidasi organisasi. "GEKRAFS harus menjadi rumah besar yang kokoh bagi seluruh pejuang ekonomi kreatif di Indonesia. Melalui konsolidasi yang solid dari pusat hingga daerah, kita dapat menjamin para pelaku kreatif memperoleh ruang, dukungan, dan akses yang lebih luas demi kemajuan mereka," papar Dasco.

Rakernas ini menjadi ajang konsolidasi akbar, mempertemukan perwakilan dari 38 provinsi, 288 kabupaten/kota, serta 12 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN). Dalam forum tersebut, berbagai program kerja dari delapan bidang dan empat badan otonom DPP GEKRAFS dipaparkan, seluruhnya berorientasi pada implementasi agenda Astakarya secara nasional. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyerahan 11 Surat Keputusan (SK) kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang telah merampungkan Musyawarah Wilayah.

Puncak acara Rakernas ditandai dengan penyerahan rekomendasi strategis kepada Kementerian Ekonomi Kreatif. Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menyerahkan langsung rekomendasi tersebut kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, sebagai wujud kontribusi nyata GEKRAFS dalam merumuskan kebijakan dan memperkuat ekosistem ekraf nasional. Langkah ini menegaskan komitmen GEKRAFS untuk tidak hanya bergerak, tetapi juga berpart

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar