Gilimanuk Bebas Macet Total! Kemenhub Ungkap Jurus Jitu

Gilimanuk Bebas Macet Total! Kemenhub Ungkap Jurus Jitu

Redaksibengkulu.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Darat berhasil mengurai kemacetan panjang yang sempat melanda jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Antrean kendaraan diklaim sudah lenyap total pada Rabu sore, berkat strategi jitu yang diterapkan untuk mempercepat arus penyeberangan.

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan bahwa hingga pukul 16.00 WITA, tidak ada lagi antrean kendaraan yang mengular di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. Seluruh kendaraan telah berhasil masuk ke area buffer zone yang disediakan. "Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan mitigasi agar tidak ada lagi penumpukan kendaraan di masa mendatang, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal sepenuhnya," ujar Aan dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Gilimanuk Bebas Macet Total! Kemenhub Ungkap Jurus Jitu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Aan menjelaskan, Kemenhub secara intensif memaksimalkan berbagai langkah untuk mengatasi kepadatan di Gilimanuk, memastikan kendaraan dapat segera diangkut menyeberang ke Ketapang. Salah satu jurus utama adalah penambahan armada kapal. Saat ini, sebanyak 40 kapal beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dari jumlah tersebut, 30 kapal menerapkan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) yang durasinya dipersingkat drastis menjadi hanya 15 menit. Langkah ini krusial untuk mempercepat operasionalisasi kapal dan mengurangi port time.

COLLABMEDIANET

Dengan skema maksimalisasi ini, Aan berharap antrean kendaraan menuju Gilimanuk dapat terus berkurang dan kepadatan arus lalu lintas dapat teratasi sepenuhnya, terutama menjelang Hari Raya Nyepi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak kepolisian dan ASDP, atas kolaborasi apik dalam memitigasi kepadatan di Gilimanuk. Apresiasi juga kami sampaikan kepada masyarakat yang telah mematuhi ketentuan, sehingga penanganan antrean dapat berjalan lancar," pungkas Aan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar