Redaksibengkulu.co.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik-praktik menyimpang di tubuh birokrasi. Ia tak segan mengancam akan memecat pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen) yang membangkang atau merasa "untouchable" di hadapan para menterinya. Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo dalam sebuah wawancara mendalam bersama dua jurnalis senior dan empat pengamat di kediamannya di Hambalang, pada Selasa (17/03/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Prabowo menilai akar permasalahan birokrasi tidak hanya terletak pada sistem, melainkan juga pada budaya dan kebiasaan buruk yang telah mengakar lama. "Saya lihat kita harus beresin lingkungan kita, budaya kita, dan tata kelola kita," tegasnya. Ia secara spesifik menyoroti praktik-praktik seperti penipuan, penyelundupan, dan underinvoicing yang marak terjadi.
Presiden ke-8 ini menekankan pentingnya pembenahan internal dari masing-masing institusi. "Makanya saya, semua kawan-kawan di semua lembaga saya tanya, Anda bersihkan dirimu, atau Anda nanti akan dibersihkan," ujar Prabowo, seraya menambahkan bahwa beberapa menterinya sudah menunjukkan kinerja positif. Namun, ia juga menyoroti adanya Dirjen yang "nakal" dan tidak segan untuk langsung memecatnya.

Related Post
Sebagai contoh nyata, Prabowo menyebutkan langkah tegas yang diambil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. "Kalau Anda lihat Menteri PU saya sekarang, Pak Dody, orangnya baik, tapi kalau ada yang coba-coba main-main, dia langsung ‘praaak’, dia pecat dua dirjen," ungkapnya. Penindakan ini, lanjut Prabowo, merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas internal kementerian, di mana dua pejabat setingkat Dirjen tersebut mengundurkan diri setelah melalui evaluasi dan pemeriksaan terkait pelanggaran disiplin berat.
Prabowo tidak menampik bahwa proses pembenahan ini penuh tantangan. Ia bahkan mengungkap adanya "deep-state" atau kekuatan tersembunyi di dalam birokrasi. "Kita menemukan ‘deep-state’, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani melawan menteri. Akhirnya, banyak sekali dirjen yang kami pecat," jelasnya. Ia juga menyoroti fenomena pejabat yang merasa "untouchable" dan lembaga yang merasa kebal audit. "Ini pekerjaan yang tidak ringan," pungkasnya, menunjukkan keseriusan dan kompleksitas masalah yang dihadapi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.









Tinggalkan komentar