Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Sebuah kabar menggembirakan datang dari Istana Kepresidenan. Salah satu investor paling berpengaruh di dunia, Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, baru-baru ini menyambangi Jakarta dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan strategis ini diungkap oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyatakan bahwa Dalio siap menjadi jembatan bagi Indonesia untuk menarik gelombang investasi asing berskala besar.
Purbaya menjelaskan bahwa kedatangan Dalio bukan sekadar kunjungan biasa. Investor kawakan asal Amerika Serikat itu membawa serta sejumlah proposal investasi spesifik yang langsung diserahkan kepada Presiden Prabowo. Komitmen Dalio tak berhenti di situ; ia berjanji akan secara proaktif mengundang para investor global untuk menanamkan modal pada proyek-proyek yang telah ia identifikasi. "Dia sedang membantu kita untuk mengundang investor asing dengan beberapa proposal yang dia punya tadi. Nanti kita lihat, kita akan percepat untuk memastikan jalan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat lalu.
Lebih jauh, Dalio juga menyatakan kesediaannya untuk berperan sebagai "duta" bagi Indonesia di panggung internasional. Ia akan gencar mempromosikan potensi investasi Tanah Air kepada para pemodal asing. Tak hanya itu, Dalio turut memberikan masukan berharga terkait beberapa proyek strategis yang diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor energi. "Pak Ray Dalio dia siap membantu kita, promosikan kita ke luar negeri juga. Dan ada beberapa masukan, beberapa proyek yang bisa membuat ekonomi kita bergerak lebih cepat. Ada beberapa proyek energi dan lain-lain," tambah Purbaya.

Related Post
Menanggapi potensi hambatan investasi yang kerap muncul, Purbaya menegaskan kesiapan pemerintah dalam memfasilitasi investasi melalui mekanisme khusus. Ia sempat membahas dengan Dalio mengenai peran Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking. Tim ini disiapkan sebagai kanal resmi bagi investor untuk menyampaikan kendala nyata di lapangan, yang kemudian akan diselesaikan melalui sidang debottlenecking secara berkala dan cepat. "Saya bilang ke beliau, kalau ada proyek-proyek yang lambat seperti yang dia bilang, seperti tadi, ya kita akan handle di tim debottlenecking. Dalam waktu cepat kita akan pecahkan," jelas Purbaya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Beberapa sektor proyek yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut antara lain proyek penyimpanan energi (storage), yang akan dipromosikan secara luas kepada investor asing. Meskipun detailnya lebih dikuasai oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Purbaya mengindikasikan urgensi sektor ini. Pembahasan juga menyentuh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan rencana penambahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yang diharapkan semakin menarik minat investor. "Nanti kan itu Pak Menko yang ngomong, saya nggak tahu detailnya. Cuman gini ada akan ditambah satu kawasan ekonomi khusus supaya menarik buat investor masuk. Nanti ditanya ke Menko Perekonomian," pungkas Purbaya, merujuk pada detail KEK yang akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak terkait.









Tinggalkan komentar