Terungkap! Dampak Gempa M 7,6 Sulut pada Infrastruktur

Author Image

Hadi Wibawa

3 April 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (2/4/2026) dini hari, telah memicu kekhawatiran publik terkait kondisi infrastruktur vital. Namun, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan bahwa sebagian besar infrastruktur di Sulut, khususnya di Minahasa Utara dan Bitung, masih dalam kondisi yang aman dan fungsional. Pernyataan ini disampaikan Dody di Kementerian PU Jakarta Selatan, setelah meninjau laporan awal pasca-gempa.

Menurut Dody, jaringan jalan raya utama serta jembatan di Minahasa Utara dan Bitung tidak mengalami kerusakan signifikan atau terputus. "Untuk Minahasa Utara dan Bitung, sementara ini jalan-jalan dan jembatan masih aman," ungkap Dody. Kendati demikian, dampak gempa terasa cukup kuat di wilayah lain, terutama di Maluku Utara. Kantor Kementerian PU di sana dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kaca, memaksa para staf Balai Jalan Nasional Maluku Utara untuk menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home) sambil menunggu arahan lebih lanjut dari BMKG dan BPBD setempat.

Terungkap! Dampak Gempa M 7,6 Sulut pada Infrastruktur
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi berbeda dilaporkan dari Gorontalo, salah satu provinsi yang turut merasakan guncangan gempa. Beberapa ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan dan longsor, menghambat aksesibilitas. Kementerian PU, melalui Dody, menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mempercepat penanganan longsoran dan perbaikan jalan yang terdampak. "Kita sedang koordinasi dengan BPPD dan BMKG dan Basarnas untuk kemudian bisa secara secepatnya menyelesaikan longsoran-longsoran itu," jelas Dody.

Prioritas utama Kementerian PU adalah penanganan darurat. Jika ditemukan kerusakan lebih lanjut, seperti jembatan yang tidak dapat dilalui, langkah cepat akan diambil dengan membangun jembatan sementara. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus logistik dan pergerakan masyarakat tidak terganggu. "Supaya arus logistik tidak terganggu, dan kalau memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen. Tapi sementara waktu, kita kejar dulu supaya arus pergerakan manusia atau logistik tidak terganggu," tegas Dody. Pembangunan infrastruktur permanen akan menjadi agenda berikutnya setelah kondisi di lapangan dinilai stabil dan aman.

Gempa bumi berkekuatan M 7,6 tersebut tercatat terjadi pada pukul 05.48 WIB, berpusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,27 derajat Bujur Timur (BT), sekitar 129 km arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 km. Guncangan kuat ini berdampak pada setidaknya tiga provinsi di Indonesia Timur, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Related Post