GILIMANUK-MENGWI Dikebut! Tol Rp 12 T Pangkas 6 Jam Jadi 3!

GILIMANUK-MENGWI Dikebut! Tol Rp 12 T Pangkas 6 Jam Jadi 3!

Redaksibengkulu.co.id – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terus mempercepat realisasi proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi di Pulau Dewata, Bali. Proyek ambisius ini, yang kini menelan investasi sekitar Rp 12,7 triliun, dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan kronis dan meningkatkan konektivitas di salah satu pusat destinasi wisata terkemuka di Tanah Air.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa jalan tol ini akan secara signifikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi. Jika sebelumnya perjalanan bisa memakan waktu hingga enam jam, dengan adanya tol ini, waktu tempuh diperkirakan akan terpangkas drastis menjadi hanya sekitar tiga jam.

GILIMANUK-MENGWI Dikebut! Tol Rp 12 T Pangkas 6 Jam Jadi 3!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Proyek strategis nasional ini, yang semula direncanakan sepanjang 96,84 kilometer, akan dikerjakan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kebutuhan investasi total diperkirakan mencapai Rp 12,7 triliun, dengan rincian biaya konstruksi sebesar Rp 8,52 triliun.

COLLABMEDIANET

Diana menambahkan, saat ini pihak kementerian masih dalam tahap krusial penyusunan berbagai analisis, termasuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), analisis dampak lalu lintas, rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, serta dokumen perencanaan pengadaan tanah. "Proses pengadaan badan usaha (tender) ini diharapkan dapat mulai pada 2027, dan jalan tol tersebut direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2031," jelas Diana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Namun, di tengah percepatan ini, Redaksibengkulu.co.id mencatat adanya perubahan signifikan pada cakupan proyek. Pada awal 2026, rencana pembangunan tol terpanjang di Bali ini mengalami revisi. Proyek tetap dilanjutkan, tetapi hanya untuk Seksi II (Pekutatan-Soka) dan Seksi III (Soka-Mengwi). Sementara itu, Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk-Pekutatan secara resmi dibatalkan.

Kepala Dinas PUPRP Jembrana, I Wayan Sudiarta, membenarkan perubahan tersebut. Ia merujuk pada surat Direktur Jalan Bebas Hambatan Nomor P50102/B/BK/2026/24 tertanggal 11 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kanwil BPN Provinsi Bali. "Berdasarkan informasi surat tersebut, pembangunan jalan tol berlanjut tetapi hanya dari Pekutatan-Soka dan Soka-Mengwi. Seksi II dan III dipastikan berlanjut, sedangkan Seksi I tidak berlanjut dengan alasan jumlah penduduk," ungkap Sudiarta saat ditemui Redaksibengkulu.co.id di kantornya, Jumat (27/2/2026).

Sebelumnya, proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi sempat menghadapi tantangan, termasuk beberapa kali gagal mendapatkan investor. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rachman Arief, pernah menyampaikan bahwa proses review kelayakan proyek berjalan cukup lama akibat kebijakan efisiensi anggaran di awal pemerintahan. "Memang lama. Seperti Tol Gilimanuk-Mengwi mungkin baru keluar di bulan Desember 2025 (hasil riviu)," kata Rachman usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (10/7/2025). Kala itu, investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 25,4 triliun sebelum akhirnya direvisi menjadi Rp 12,7 triliun seperti yang diumumkan saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar