Redaksibengkulu.co.id – Kinerja produksi minyak nasional hingga Mei 2026 telah mencapai angka 576.000 barel oil per day (BOPD). Di balik capaian tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merilis daftar 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menjadi tulang punggung produksi. Namun, sorotan tajam tertuju pada dua penyumbang terbesar, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan ExxonMobil Cepu Ltd., yang dilaporkan masih jauh dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pada Rabu (3/6/2026), menjelaskan bahwa angka 576.000 BOPD tersebut merupakan gabungan dari produksi minyak mentah sebesar 491.300 BOPD, kondensat 55.800 BOPD, dan natural gas liquid (NGL) sebesar 29.100 BOPD. Data ini dihimpun per 31 Mei 2026, menunjukkan gambaran terkini kondisi hulu migas Tanah Air.

Djoko Siswanto secara khusus menyoroti performa PHR dan ExxonMobil Cepu Ltd. Berdasarkan data SKK Migas, PHR mencatatkan realisasi produksi sebesar 131.040 BOPD, sementara ExxonMobil Cepu Ltd. mencapai 129.915 BOPD. Angka-angka ini, sayangnya, masih di bawah ekspektasi APBN 2026. Untuk PHR, target ditetapkan sebesar 163.859 BOPD, sedangkan ExxonMobil Cepu Ltd. ditargetkan mencapai 148.500 BOPD.
"Adapun beberapa K3S besar, di sini ada 20 K3S besar, realisasi produksinya. Untuk Pertamina Hulu Rokan dan Cepu, ini yang penurunannya belum mencapai target dari APBN. Dari target 163 ribu barel oil per day, realisasinya 130 ribu (BOPD) atau sekitar 32.000 (BOPD) di bawah target, atau 80%," terang Djoko, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi kedua raksasa migas tersebut dalam mencapai target nasional.
Untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kontribusi sektor hulu migas, berikut adalah daftar 20 KKKS penyumbang produksi minyak nasional terbesar per 31 Mei 2026, sebagaimana dipaparkan oleh SKK Migas:
- Pertamina Hulu Rokan (PHR): 131.040 BOPD
- ExxonMobil Cepu Ltd.: 129.915 BOPD
- Pertamina EP: 73.983 BOPD
- Pertamina Hulu Energi ONWJ: 26.437 BOPD
- Medco E&P Natuna: 24.023 BOPD
- Pertamina Hulu Mahakam (PHM): 25.575 BOPD
- Pertamina Hulu Energi OSES: 18.036 BOPD
- Pertamina Hulu Sanga-Sanga: 14.957 BOPD
- Petrochina International Jabung: 27.478 BOPD
- JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi: 9.291 BOPD
- Pertamina Hulu Kalimantan Timur: 8.543 BOPD
- Saka Indonesia Pangkah: 8.754 BOPD
- Bumi Siak Pusako: 7.352 BOPD
- BP Berau: 7.076 BOPD
- Pertamina Hulu Energi Jambi Merang: 5.303 BOPD
- Texcal Energy Mahato INC: 4.997 BOPD
- PC Ketapang: 4.833 BOPD
- PT Imbang Tata Alam: 4.654 BOPD
- Medco E&P Rimau: 4.039 BOPD
- Petrogas: 4.203 BOPD
Daftar ini menunjukkan betapa beragamnya lanskap sektor hulu migas Indonesia, dengan peran krusial dari berbagai KKKS, baik milik negara maupun swasta, dalam menopang kebutuhan energi nasional. Tantangan untuk mencapai target APBN menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.