Geger Bursa! FTSE Russell Tahan Saham RI Hingga 2026

Author Image

Hadi Wibawa

19 Agustus 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah keputusan penting datang dari penyedia indeks saham global asal Inggris, FTSE Russell, yang secara resmi menunda penambahan saham-saham baru dari pasar modal Indonesia. Penundaan ini berlaku setidaknya hingga tinjauan indeks berikutnya pada Desember 2026, memicu perhatian serius di kalangan pelaku pasar.

Implikasi dari penundaan ini cukup luas, mencakup berbagai aspek krusial dalam dinamika pasar. FTSE Russell menyatakan bahwa penambahan konstituen baru, termasuk emiten yang baru saja melantai di bursa (IPO), perubahan segmen ukuran antar tingkatan (large, mid, small, hingga micro-cap), peningkatan saham publik atau free float, serta pembaruan weight adjustment factor (WAF) dari nol ke positif, semuanya akan ditangguhkan. Langkah ini, menurut pengumuman FTSE Russell pada Rabu (19/8/2026), dimaksudkan untuk "memberikan waktu tambahan guna mengamati dan memantau reformasi pasar serta efektivitasnya."

Geger Bursa! FTSE Russell Tahan Saham RI Hingga 2026
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, di tengah penundaan ini, FTSE Russell juga memberikan apresiasi terhadap upaya otoritas Indonesia. Mereka mengakui bahwa sejumlah langkah telah diimplementasikan dengan tujuan memperkuat transparansi pasar modal. Inisiatif tersebut meliputi penyediaan data kepemilikan pemegang saham di atas 1%, publikasi daftar konsentrasi kepemilikan saham (high shareholding concentration/HSC), serta peningkatan pelaporan klasifikasi investor.

FTSE Russell menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan pasar di Indonesia secara cermat. Mereka akan secara aktif menilai efektivitas dari langkah-langkah transformasi tata kelola terbaru, sembari menjaga interaksi yang berkelanjutan dengan otoritas pasar nasional. "Keputusan lebih lanjut mengenai perlakuan indeks, termasuk kemungkinan dilanjutkannya kembali perubahan indeks secara penuh, akan dipertimbangkan menjelang tinjauan indeks bulan Desember 2026 dan akan disampaikan pada waktunya," demikian pernyataan FTSE Russell.

Related Post