Author Image

Hadi Wibawa

18 September 2026, 20:46 WIB

TERUNGKAP! Waduk Jatigede Kritis, 360 Lapangan Bola Hilang!

Redaksibengkulu.co.id – Kondisi mengkhawatirkan menyelimuti Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Badan Informasi Geospasial (BIG) baru-baru ini mengungkapkan bahwa kekeringan parah telah mengubah tutupan genangan air secara drastis, menyebabkan area seluas 260,01 hektare yang sebelumnya terendam kini menjadi daratan terbuka per September 2026.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Direktur Pemetaan Tematik BIG, Gatot Haryo Pramono, fenomena ini setara dengan hilangnya area seluas sekitar 360 lapangan sepak bola dari permukaan waduk. Penemuan mengejutkan ini didasarkan pada analisis mendalam citra satelit melalui platform Piksel, yang secara jelas menunjukkan transformasi signifikan di sisi selatan waduk.

Gatot menjelaskan, pemantauan citra satelit yang dilakukan secara berkala sejak Juni 2026 telah merekam kronologi penyusutan ini. Pada awal Juni, genangan air masih mendominasi. Namun, memasuki Juli, area terbuka mulai tampak di beberapa tepian, dengan luasan mencapai 138,3 hektare. Angka ini terus melonjak drastis menjadi 252,3 hektare pada Agustus, hingga puncaknya mencapai 260,01 hektare pada September 2026.

Penting untuk digarisbawahi, lanjut Gatot, bahwa angka 260 hektare ini merujuk pada area pengamatan spesifik di sisi selatan waduk, bukan keseluruhan luas Waduk Jatigede. Meskipun citra satelit memberikan gambaran akurat tentang perubahan tutupan permukaan, untuk memahami penyebab dan kondisi hidrologis waduk secara menyeluruh, diperlukan data pendukung lain seperti tinggi muka air, volume tampungan, curah hujan, serta debit air masuk dan keluar.

Teknologi pemanfaatan citra multitemporal melalui Piksel memungkinkan BIG untuk memantau dinamika perubahan permukaan bumi dari waktu ke waktu dengan efisien. Dengan membandingkan citra dari berbagai tanggal, lokasi dan luasan perubahan dapat diidentifikasi dan diukur secara presisi, menjadikannya alat vital dalam pemantauan sumber daya air, khususnya di musim kemarau.

"Pengamatan di Waduk Jatigede ini adalah bukti nyata bagaimana data penginderaan jauh dapat mentransformasi pengamatan visual dari ketinggian menjadi informasi yang terukur dan krusial," pungkas Gatot. Ia menambahkan, melalui Piksel, BIG berkomitmen untuk terus membuka akses pemanfaatan data satelit demi berbagai kebutuhan, mulai dari pemantauan sumber daya air, mitigasi kebencanaan, perubahan tutupan lahan, hingga kondisi lingkungan di seluruh penjuru Indonesia.

Related Post