Author Image

Hadi Wibawa

11 Februari 2026, 14:25 WIB

Panas! DPR Godok 2 Nama Pengawas INA, Ini Profilnya!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, dinamika politik dan ekonomi kembali memanas di Gedung DPR RI. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai serius membahas calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) dari unsur profesional. Dua nama besar di sektor keuangan kini menjadi sorotan, bersaing memperebutkan posisi strategis yang akan menentukan arah investasi negara.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa keputusan final mengenai siapa yang akan menduduki kursi Dewas INA sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Setelah melalui rapat konsultasi di Gedung DPR RI, Rabu (11/2), DPR akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada Presiden. "Suratnya nanti dikembalikan ke presiden, dengan arahan terserah presiden mau pilih satu atau dua atau mengulang proses Panselnya. Kita akan tanyakan ke presiden," ujar Purbaya, mengindikasikan fleksibilitas penuh bagi kepala negara dalam proses penentuan ini.

Kedua calon yang saat ini tengah digodok adalah Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi. Keduanya dikenal luas memiliki rekam jejak mumpuni di industri keuangan, menjanjikan kompetensi tinggi untuk mengawasi triliunan dana investasi negara yang dikelola INA.

Fauzi Ichsan, seorang praktisi ekonomi dan keuangan senior, membawa segudang pengalaman. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk, serta Dewan Komisaris di PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group (IFG), PT Manulife Asset Management Indonesia, dan PT AKR Tbk. Puncak karirnya termasuk memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Kepala Eksekutif pada periode 2015-2020, menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman mendalam tentang stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Michael Tjoajadi bukanlah nama asing di dunia pengelolaan investasi. Pengalamannya membentang sejak tahun 1991. Ia tercatat pernah bergabung dengan PT Schroders Investment Management Indonesia sejak 1996 dan berhasil mencapai posisi Presiden Direktur. Selain itu, Michael juga memiliki pengalaman berharga sebagai Manajer Investasi di BII Lend Lease, memperkuat portofolionya dalam mengelola dana investasi berskala besar. Dengan latar belakang yang solid, kedua sosok ini diharapkan mampu membawa INA menuju pengelolaan investasi yang lebih prudent dan menguntungkan bagi negara.


Related Post