Banten Kunci Mudik Lebaran 2026, Ini Rencana Menhub!

Redaksibengkulu.co.id, Serang – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan peran vital Provinsi Banten dalam menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Senin (16/2/2026), Menhub menyoroti Banten sebagai salah satu episentrum pergerakan masyarakat dan gerbang utama menuju Pulau Sumatera.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Data Kemenhub menunjukkan, Banten berada di jajaran lima provinsi teratas sebagai daerah asal pergerakan masyarakat, dengan estimasi mencapai 11,17 juta jiwa. Lebih lanjut, keberadaan simpul-simpul transportasi vital seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni menjadikannya titik krusial. Hampir seluruh arus kendaraan dari Jawa, khususnya Jakarta, yang hendak menyeberang ke Sumatera via jalur darat dan laut, dipastikan melintasi provinsi ini.

COLLABMEDIANET

Rapat penting tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandionon, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Hermanta, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, serta jajaran pimpinan daerah, wali kota, bupati, dan Forkopimda di lingkungan Provinsi Banten.

Fokus utama pembahasan adalah kesiapan angkutan penyeberangan. Dudy mengungkapkan, Kemenhub telah mengalokasikan 255 unit kapal dengan total kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan. Armada ini akan melayani 15 lintas penyeberangan yang vital.

Untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Merak, lima titik utama lokasi delaying system telah dipersiapkan, meliputi Rest Area KM13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan yang melayani Pelabuhan Ciwandan. Sebagai contingency plan atau rencana darurat, Kemenhub bersama pihak terkait juga menyiapkan lima jalur penyeberangan alternatif: Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, dan PT. Krakatau Bandar Samudera-Pelabuhan Pajang.

Strategi pemecahan kepadatan dilakukan dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di Banten melalui spesialisasi layanan. "Pelabuhan Merak akan fokus melayani kendaraan pribadi dan bus. Sementara itu

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar