Bea Cukai Terancam Dibekukan! Bos: Butuh Dukungan!

Bea Cukai Terancam Dibekukan! Bos: Butuh Dukungan!

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama, merespons serius peringatan keras Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait potensi pembekuan lembaga tersebut. Ancaman pembekuan akan menjadi kenyataan jika Bea Cukai gagal menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan.

Djaka mengungkapkan kekhawatirannya akan terulangnya sejarah kelam pembekuan Bea Cukai seperti yang terjadi di era Presiden Soeharto. Namun, ia menekankan bahwa upaya pembenahan ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. "Keinginan Pak Purbaya untuk membenahi Bea Cukai, tentu memerlukan dukungan dari masyarakat. Kita sangat membutuhkan dukungan itu," tegas Djaka saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025).

 Bea Cukai Terancam Dibekukan! Bos: Butuh Dukungan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Masa lalu mencatat, Bea Cukai pernah dibekukan pada periode 1985-1995. Saat itu, sebagian besar kewenangan kepabeanan dialihkan ke perusahaan swasta asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), dengan PT Surveyor Indonesia sebagai mitra lokal.

COLLABMEDIANET

Djaka tetap optimistis Bea Cukai mampu berbenah dalam waktu satu tahun. Menurutnya, kegagalan akan berakibat fatal, termasuk potensi perumahan karyawan dengan status "makan gaji buta". "Ya, harus optimis (perbaikan dalam satu tahun). Jika tidak, kita semua akan selesai. Apakah kita mau pegawai Bea Cukai dirumahkan dan hanya menerima gaji tanpa bekerja? Tentu tidak," ujarnya dengan nada prihatin.

Djaka memaknai pernyataan Purbaya sebagai bentuk koreksi konstruktif terhadap Bea Cukai. Ia berjanji akan terus melakukan perbaikan demi menghilangkan stigma negatif yang melekat di masyarakat. "Intinya, ini adalah bentuk koreksi. Bea Cukai akan terus berupaya untuk menjadi lebih baik ke depannya," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar