China Batasi Impor Daging: AS-Australia Hadapi Tarif 55%!

China Batasi Impor Daging: AS-Australia Hadapi Tarif 55%!

Redaksibengkulu.co.id – Beijing mengumumkan kebijakan ekonomi yang berpotensi mengguncang pasar daging global. Mulai Januari 2026 hingga akhir 2028, Tiongkok akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 55% untuk impor daging sapi dari sejumlah negara, termasuk Australia, Brasil, dan Amerika Serikat, jika volume impor melampaui batas kuota yang telah ditetapkan.

Langkah drastis ini diambil menyusul hasil penyelidikan yang menunjukkan bahwa industri daging sapi domestik Tiongkok mengalami kerugian signifikan. Penurunan harga daging sapi di pasar lokal selama beberapa tahun terakhir, akibat kelebihan pasokan dan permintaan yang lesu, menjadi pemicu utama. Ironisnya, di saat yang sama, impor daging sapi ke Negeri Tirai Bambu justru terus melonjak, memperparah kondisi pasar dalam negeri.

China Batasi Impor Daging: AS-Australia Hadapi Tarif 55%!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam pernyataannya menegaskan, "Para penyelidik menemukan bahwa impor daging sapi telah merusak industri dalam negeri." Penyelidikan komprehensif ini mencakup berbagai jenis produk daging sapi, mulai dari yang segar, beku, bertulang, hingga tanpa tulang.

COLLABMEDIANET

Pemerintah Tiongkok menjelaskan bahwa setiap negara pengekspor telah diberikan kuota tahunan yang spesifik. Tarif tambahan sebesar 55% hanya akan dikenakan pada volume impor daging sapi yang melebihi kuota tersebut. Menariknya, besaran kuota ini direncanakan akan meningkat secara bertahap setiap tahunnya, seiring dengan pengurangan bea masuk secara bertahap pula, menunjukkan adanya fleksibilitas dalam kebijakan jangka panjang.

Untuk tahun 2026, Brasil mendapatkan alokasi kuota impor daging sapi terbesar, mencapai 1,1 juta ton. Argentina menyusul dengan kuota sekitar separuh dari Brasil, sementara Australia akan menghadapi batasan sekitar 200.000 ton. Amerika Serikat, salah satu pemasok utama, diberikan kuota sebesar 164.000 ton.

Seorang juru bicara pemerintah Tiongkok dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa "Penerapan pengamanan terhadap daging sapi impor dimaksudkan untuk sementara membantu industri dalam negeri melewati kesulitan, bukan untuk membatasi perdagangan daging sapi normal." Pernyataan ini berupaya meredakan kekhawatiran akan proteksionisme berlebihan.

Mengingat Tiongkok merupakan pasar yang sangat vital bagi eksportir daging sapi global seperti Brasil, Argentina, dan Australia, kebijakan baru ini diperkirakan akan memicu penyesuaian strategi besar-besaran dari negara-negara pemasok tersebut untuk tetap bersaing di salah satu pasar terbesar dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar