Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Gejolak ekonomi global kembali menghantam dapur rumah tangga di ibu kota. Harga cabai merah di Jakarta dilaporkan melonjak drastis, menembus angka Rp 84.000 per kilogram pada hari ini. Kenaikan signifikan ini disinyalir sebagai dampak langsung dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang terus menguat.

Situasi pelemahan mata uang Garuda ini secara langsung memicu gejolak harga di sektor pangan. Cabai merah, sebagai salah satu komoditas pokok yang sangat vital dalam masakan sehari-hari masyarakat Indonesia, menjadi indikator awal dampak domino dari penguatan dolar AS yang tak terbendung. Data yang dihimpun Redaksibengkulu.co.id pada Jumat, 05 Juni 2026, menunjukkan bahwa angka Rp 84.000 per kilogram ini bukan sekadar statistik, melainkan beban nyata bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Kekhawatiran akan daya beli masyarakat pun mencuat seiring tren pelemahan Rupiah yang belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Para pedagang di pasar tradisional Jakarta mulai merasakan dampaknya, di mana daya beli konsumen cenderung menurun dan stok barang menjadi lebih mahal untuk didatangkan. Fenomena ini menambah daftar panjang tantangan ekonomi yang harus dihadapi masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Also Read




