GEMPAR! Bahlil: Kilang Rp 123 T ‘Dibakar’, Ada Dalang!

GEMPAR! Bahlil: Kilang Rp 123 T 'Dibakar', Ada Dalang!

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang secara blak-blakan mengungkap "drama" di balik megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengungkapan ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian kilang terintegrasi tersebut.

Bahlil menuturkan, proyek strategis yang seharusnya rampung pada awal Mei 2024 ini justru menghadapi kendala tak terduga. "Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan banyak dramanya," ujar Bahlil, seraya menambahkan bahwa ada bagian dari fasilitas kilang yang terbakar. "Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain," ucapnya, seperti dikutip dari siaran langsung YouTube Kementerian ESDM.

GEMPAR! Bahlil: Kilang Rp 123 T 'Dibakar', Ada Dalang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak tinggal diam, Bahlil segera memerintahkan tim Kementerian ESDM untuk melakukan investigasi mendalam. Hasilnya, menurut Bahlil, mengindikasikan adanya "udang di balik batu". "Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus. Kita harus hadapi dan kita selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi, Pak," tegas Bahlil, menyiratkan adanya motif tersembunyi di balik insiden tersebut.

COLLABMEDIANET

Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi fantastis mencapai US$ 7,4 miliar, atau setara dengan sekitar Rp 123 triliun. Dengan selesainya proyek ini, kapasitas produksi kilang akan melonjak signifikan dari 260 ribu barel minyak per hari menjadi 360 ribu barel per hari, menambah 100 ribu barel.

Peningkatan kapasitas ini tidak hanya berdampak pada kuantitas, tetapi juga kualitas, dengan produksi yang kini setara Euro 5 dan mendukung target net zero emission. Bahlil juga menyoroti potensi penghematan devisa negara yang signifikan, diperkirakan mencapai lebih dari Rp 60 triliun, berkat penambahan produksi 100 ribu barel minyak. "Dengan bensin itu kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun," jelasnya. Dengan total konsumsi bensin nasional sebesar 38 juta kiloliter per tahun dan produksi dalam negeri 14,25 juta kiloliter, penambahan 5,8 juta kiloliter dari RDMP ini akan mengurangi ketergantungan impor bensin hingga menyisakan sekitar 19 juta kiloliter.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar