HOROR LAUT JAWA: KMP Virgo Hilang, Ratusan Nyawa Terancam!

Author Image

Hadi Wibawa

14 September 2026, 05:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Sebuah insiden mengerikan mengguncang perairan Laut Jawa setelah kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengonfirmasi kejadian ini, di mana kapal roro berbendera Indonesia tersebut membawa total 241 jiwa dan puluhan kendaraan saat musibah terjadi.

KMP Virgo Transport 8, kapal roro penumpang berukuran 8.540 GT yang dinakhodai Arief Yunianto dan dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping, mengangkut manifes yang mencengangkan. Data menunjukkan ada 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 124 sopir dan kernet, menjadikan total 241 individu di atas kapal. Tak hanya itu, 89 unit muatan kendaraan juga turut serta dalam pelayaran nahas tersebut.

HOROR LAUT JAWA: KMP Virgo Hilang, Ratusan Nyawa Terancam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan kronologi kejadian yang memilukan ini. "Kapal bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin," terang Heri dalam keterangan resminya, Minggu (13/9/2026). Ia menambahkan, kapal tersebut kemudian mengalami kondisi listing atau miring dan kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, pada tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT.

Menanggapi laporan insiden ini, Heri Purwanto menegaskan respons cepat dari pihak berwenang. "Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ujarnya. Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin pun segera mendirikan posko darurat di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk penanganan dan koordinasi intensif.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Basarnas, BUP PT. Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT. Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal, serta pihak keluarga korban. Di lapangan, upaya evakuasi dan penanggulangan langsung dilaksanakan oleh unsur SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin, yang juga dibantu oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, seperti KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP. Tak ketinggalan, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin turut mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk memperkuat proses evakuasi.

"Dari proses penanganan awal tersebut, sebanyak 143 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat maupun mendapatkan perawatan medis, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," ungkap Heri. Mengenai dugaan penyebab kecelakaan, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia, serta potensi dampak terhadap muatan, pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap investigasi dan konfirmasi lanjutan.

KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen penuh untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala. "Kami akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progres di lapangan," tutup Heri, menjamin transparansi informasi kepada publik.

Related Post