Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kabar gembira datang dari sektor energi nasional. Pemerintah Republik Indonesia secara tegas menyatakan tidak akan melakukan impor solar pada tahun mendatang. Keputusan strategis ini diperkuat dengan rencana peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan pada Desember 2025, yang akan mengubah peta pasokan energi domestik. Sejalan dengan kebijakan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan solar bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta.
Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Patra Niaga, Jakarta, Senin (22/12/2025), memberikan keterangan terkait dorongan pemerintah agar operator SPBU swasta dapat membeli solar dari Pertamina, seiring dengan rencana penghentian impor solar. "Hingga 31 Desember [2025], kami tetap berpegang pada arahan Menteri ESDM. Apabila SPBU swasta berkeinginan untuk membeli, kami siap melayani," jelas Roberth. Namun, untuk kebijakan di tahun 2026, Pertamina akan kembali menanti instruksi lebih lanjut dari pemerintah.
Roberth juga menegaskan bahwa posisi Pertamina Patra Niaga dan SPBU swasta adalah sama-sama badan usaha atau operator. Oleh karena itu, kemungkinan SPBU swasta untuk membeli solar dari Pertamina sangat bergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh regulator, yakni pemerintah. "Karena Pertamina Patra Niaga dengan SPBU swasta itu levelnya sama. Sama-sama badan usaha, sama-sama operator. Nah, regulatornya itu ada di pemerintah," tambahnya, menjelaskan bahwa pihaknya berlandaskan pada regulasi pemerintah.

Related Post
Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah mengumumkan bahwa Indonesia diproyeksikan akan mengalami surplus solar berkat selesainya RDMP Kilang Balikpapan. Proyek vital ini diperkirakan akan menambah kapasitas produksi solar nasional sekitar 100 ribu barel per hari. Dengan tambahan produksi yang signifikan ini, Bahlil optimistis bahwa pasokan dan konsumsi solar di dalam negeri akan mencukupi. Bahkan, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengimpor solar tahun depan, meskipun kebijakan pencampuran biodiesel belum didorong hingga B50.
Langkah ini menandai babak baru kemandirian energi Indonesia, khususnya dalam memenuhi kebutuhan solar domestik tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri, sekaligus membuka peluang baru bagi kerja sama antara Pertamina dan SPBU swasta.








Tinggalkan komentar