Investasi Rp 37 T! RI-China Wujudkan ‘Shenzhen’ di Batang!

Author Image

Hadi Wibawa

24 Juli 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok semakin menguat dengan fokus pada proyek bernilai fantastis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini menerima kunjungan penting dari Wakil Gubernur Provinsi Fujian, Tiongkok, Zhao Zenglian, di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk mendorong penyusunan daftar potensi proyek dan sektor prioritas, sebagai dasar pengembangan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) yang lebih konkret dan berorientasi pada kebutuhan kedua negara, dengan potensi investasi mencapai Rp 37,1 triliun.

Program TCTP dirancang untuk menjadi jembatan strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Tujuannya jelas: meningkatkan volume perdagangan, menarik investasi langsung, serta mendorong pengembangan sektor industri yang saling menguntungkan. Melalui kerangka ini, diharapkan tercipta sinergi yang konkret antara kawasan ekonomi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dari Indonesia maupun Tiongkok.

Investasi Rp 37 T! RI-China Wujudkan 'Shenzhen' di Batang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang sebagai "Shenzhen-nya Indonesia." "Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengembangan KEK Industropolis Batang yang telah diresmikan sejak 20 Maret 2025, diharapkan dapat segera terwujud. Salah satunya melalui percepatan implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka program TCTP," ujar Airlangga, seperti dikutip Redaksibengkulu.co.id pada Jumat (24/7/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan kerja sama konkret yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Fujian dan Pemerintah Indonesia.

Sejauh ini, kerangka TCTP telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sebanyak 30 Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangani, mencerminkan komitmen investasi dengan estimasi nilai mencapai Rp 37,1 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat potensi ekonomi yang akan digarap bersama melalui program kemitraan strategis ini.

Wakil Gubernur Zhao Zenglian, dalam kesempatan tersebut, turut menyampaikan kesiapan Provinsi Fujian untuk bergerak cepat. Ia menguraikan beberapa langkah strategis untuk mempercepat implementasi program TCTP, yaitu dengan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, identifikasi proyek dan sektor prioritas, serta penyusunan langkah tindak lanjut agar kerja sama dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan terarah. "Kami siap untuk bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong perkembangan kawasan dalam program TCTP dan berkomitmen untuk mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan bersama dengan Provinsi Fujian," ungkap Zhao.

Untuk memastikan kelancaran implementasi, berbagai upaya pendukung juga terus diperkuat. Ini mencakup penguatan fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan yang lebih baik, dukungan terhadap kelancaran arus barang, serta peningkatan akses pasar. Langkah-langkah ini krusial untuk menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan TCTP. Dengan sinergi yang kuat antara kedua negara dan dukungan ekosistem yang solid, program TCTP diharapkan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang signifikan, membawa manfaat nyata bagi Indonesia dan Tiongkok.

Related Post