Jual Rumah Kok Susah? Warga China Sampai Lakukan Ini!

Jual Rumah Kok Susah? Warga China Sampai Lakukan Ini!

Redaksibengkulu.co.id – Putus asa dengan lesunya pasar properti, warga China kini beralih ke cara-cara tak lazim demi menjual rumah mereka. Penurunan daya beli yang drastis dalam lima tahun terakhir telah membuat penjualan properti semakin sulit, mendorong para pemilik rumah untuk mencari solusi di luar nalar.

Fenomena "xuanxue," istilah yang merujuk pada ritual keberuntungan bernuansa mistis dan feng shui, kini marak dilakukan. Harapan mereka sederhana: rumah terjual cepat. Mengutip SCMP, berbagai cara ditempuh, mulai dari berdoa di kuil, membeli jimat "cepat laku," hingga menulis kata "terjual" di kertas merah dengan harapan memancing keberuntungan. Aksi ini pun viral di media sosial China.

 Jual Rumah Kok Susah? Warga China Sampai Lakukan Ini!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Inspirasi ini muncul setelah seorang warga membagikan pengalamannya yang berhasil menjual rumah setelah melakukan serangkaian ritual tersebut. Di platform RedNote, ratusan orang mengunggah harapan serupa, lengkap dengan foto-foto jimat penjual rumah. Beberapa mengklaim keberhasilan, sementara yang lain masih menunggu keajaiban.

COLLABMEDIANET

"Aku sudah mencoba semuanya… tapi tetap tidak ada satu pun yang bertanya," keluh seorang pengguna, mencerminkan keputusasaan yang melanda banyak pemilik properti. Unggahan tersebut memicu gelombang komentar, dengan banyak yang berharap keberuntungan si pengunggah menular kepada mereka.

Para agen real estate pun mengakui bahwa menjual rumah kini membutuhkan waktu lebih lama karena permintaan yang rendah. Pembeli pun semakin agresif dalam negosiasi harga. Semakin lama penjual menunggu, harga biasanya semakin turun.

"Menjual rumah sekarang sangat sulit," ungkap Song Yulin, seorang agen di Shanghai. "Kalau tidak dipasang dengan harga yang sangat murah, biasanya butuh tiga hingga enam bulan untuk terjual," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar