Redaksibengkulu.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) meyakini program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa kontribusi MBG terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sangat signifikan.
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025), Nanik menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04% belakangan ini, sebagian besar didorong oleh implementasi program MBG. Bahkan, PBB mengakui dampak positif MBG terhadap perekonomian.
"PBB malah mengatakan juga bahwa dari sepiring nasi itu nilainya, di hilirnya, bisa sampai Rp 385 ribu. Berarti value efeknya kan luar biasa," jelas Nanik, menyoroti efek berganda dari program ini.

Related Post
Lebih lanjut, Nanik menambahkan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor-sektor seperti pertanian dan peternakan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari program ini.
Untuk memaksimalkan dampak positif MBG, BGN berencana melarang penggunaan bahan baku pabrikan dan fokus pada pemberdayaan produk UMKM dalam menu MBG. Dengan langkah ini, BGN menargetkan MBG dapat menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 7-8%.
"Kita akan menjadi bagian yang membuat ekonomi Indonesia tumbuh 7-8%," pungkas Nanik, menegaskan komitmen BGN dalam menjadikan MBG sebagai mesin penggerak ekonomi nasional.









Tinggalkan komentar