Mengejutkan! Produk Desa Tembus Pasar Global Tanpa Perantara!

Author Image

Hadi Wibawa

18 September 2026, 02:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Jakarta. Sebuah terobosan signifikan dalam pembangunan ekonomi perdesaan Indonesia diumumkan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyatakan bahwa produk-produk unggulan dari desa kini memiliki jalur langsung menuju pasar ekspor internasional, memangkas rantai distribusi yang panjang dan tidak efisien. Pernyataan optimis ini disampaikan dalam konferensi pers penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/9/2026).

Sebagai bukti nyata dari potensi besar ini, Yandri menyoroti keberhasilan sebuah desa di Pacitan, Jawa Timur, yang berhasil mengekspor gula aren organik. Produk berkualitas tinggi tersebut kini telah menembus pasar tiga negara sekaligus: Malaysia, Australia, dan Belanda. "Kami punya Desa Ekspor. Saya sebagai Menteri Desa sudah melepas ekspor perdana dari Jawa Timur di Kabupaten Pacitan, gula aren organik ke Malaysia. Jadi memang dia ke tiga negara, ke Malaysia, Australia, dan Belanda," jelas Yandri, menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di kancah global.

Mengejutkan! Produk Desa Tembus Pasar Global Tanpa Perantara!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Keberhasilan ekspor langsung ini, menurut Yandri, adalah indikator kuat bahwa potensi perdesaan Indonesia sangat besar dan mampu bersaing, bahkan memenuhi standar kualitas pasar internasional yang ketat. Lebih dari itu, strategi ekspor tanpa perantara ini dirancang khusus untuk memotong peran "middleman" atau perantara yang kerap memperpanjang rantai distribusi. Implikasinya, keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat desa, para petani, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat akan meningkat secara signifikan, langsung terasa di tingkat akar rumput.

"Jadi tidak terlalu panjang rantai distribusinya, kalau dari desa, ekspor langsung misalkan siapa yang dituju di Malaysia, itu akan memutus rantai middleman yang terlalu panjang. Maka keuntungan petani, keuntungan di desa atau Badan Usaha Milik Desa, itu akan menjadi lebih baik lagi," tegas Yandri, menggambarkan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi di tingkat desa.

Bersamaan dengan kabar gembira ini, Pemerintah Indonesia secara resmi mempererat kerja sama di bidang pembangunan kawasan desa dengan Malaysia. Penandatanganan MoU antara Kemendes PDT RI dan Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia diharapkan membuka pintu lebih lebar bagi komoditas perdesaan Indonesia ke pasar luar negeri, khususnya Malaysia. Yandri berharap, tidak hanya gula aren organik dari Pacitan, namun lebih banyak lagi produk desa Tanah Air yang akan menyusul ke Negeri Jiran.

"Nanti apa yang bisa dikerjasamakan produk-produk desa, sehingga kalau dari desa langsung ke buyer atau langsung ke off-taker-nya, tidak melalui middleman terlalu panjang, itulah cara kami mengangkat derajat ekonomi di desa," imbuh Yandri. Ia juga menambahkan bahwa potensi kerja sama meluas hingga pertukaran pemuda desa untuk saling belajar dan mengunjungi desa-desa di kedua negara. "Intinya banyak yang bisa dilakukan dan itu InsyaAllah tidak punya hambatan karena Malaysia dan Indonesia ini satu rumpun," ujarnya, menekankan kedekatan budaya dan sejarah kedua bangsa.

Selain sektor komoditas dan pertukaran budaya, Yandri juga melihat potensi besar dalam sektor pariwisata perdesaan sebagai jembatan untuk mempererat hubungan bilateral. Ia mengusulkan agar wisatawan Malaysia tidak hanya terfokus pada kota-kota besar Indonesia, melainkan juga diarahkan untuk menjelajahi keindahan dan kearifan lokal desa-desa wisata. Demikian pula sebaliknya, promosi desa wisata di Malaysia akan digalakkan bagi warga Indonesia, menciptakan pertukaran pengalaman yang lebih mendalam dan merata.

Related Post