Menhub Bocorkan Strategi Mudik Lebaran 2026 Tanpa Stres!

Author Image

Hadi Wibawa

17 Februari 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan optimisme tinggi terhadap penerapan kebijakan flexible working arrangement (FWA) sebagai kunci utama kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Menurut Dudy, strategi ini memiliki potensi besar untuk memecah kepadatan pergerakan masyarakat, sehingga tidak terkonsentrasi pada satu waktu puncak saja.

Pemerintah sebelumnya telah menyepakati pemberlakuan FWA bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Menhub juga secara tegas mengimbau perusahaan swasta untuk turut mengadopsi kebijakan serupa, demi efektivitas yang lebih luas dalam mendistribusikan mobilitas masyarakat.

Menhub Bocorkan Strategi Mudik Lebaran 2026 Tanpa Stres!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kebijakan ini memberikan ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," terang Dudy dalam keterangan resminya, yang dikutip pada Senin (16/2/2026).

Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan Kementerian Perhubungan, persepsi publik menunjukkan bahwa penerapan FWA cukup efektif dalam menekan potensi puncak pergerakan arus mudik, yang biasanya terjadi pada H-5 dan H-3 Lebaran. Dengan FWA, pergerakan masyarakat cenderung lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5, yakni antara H-6 hingga H-8.

Dudy lebih lanjut menjelaskan, survei memproyeksikan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026. Angka ini sedikit menurun dibandingkan potensi survei tahun 2025 yang mencatat 146 juta orang, namun realisasi pergerakan masyarakat pada tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Perbedaan signifikan antara angka prediksi dan realisasi di lapangan ini menjadi perhatian serius pemerintah.

"Meskipun secara survei tahun ini terlihat adanya sedikit penurunan sekitar 1,7%, hal itu tak mengurangi kewaspadaan pemerintah dalam melakukan persiapan," tegas Dudy. Ia berasumsi bahwa dengan hari libur yang cukup panjang dan implementasi FWA, periode pergerakan masyarakat pada 2026 dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. "Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin," sambungnya.

Untuk itu, Dudy mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik dengan cermat, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik maupun arus balik.

"Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman," pungkas Dudy, menekankan pentingnya kolaborasi demi kelancaran mudik Lebaran.

Related Post